Bukti Sejarah Natal 25 Desember dari era pra-Nicea 1 (325 M)

Konstitusi Apostolik atau Piagam Rasuli (70 Masehi)

Konstitusi Apostolik atau Piagam Rasuli adalah kompilasi yang materinya berasal dari berbagai sumber. Umat Kristus generasi awal merujuk Clement Romanus (70 Masehi) sebagai sumber utama konstitusi tersebut, sedangkan sejarah liberal keliru mengasumsikan piagam ini berasal dari abad 4 M.

Dalam buku kelima bagian III tertulis:

Saudara-saudara, jalankanlah peringatan hari-hari raya; dan yang pertama dari semua hari raya yang kalian harus rayakan adalah pada tanggal 25 bulan ke-9.

Bulan ke-9 ini dihitung dari sejak tanggal kehamilan Maria, yaitu 25 Maret.

25 Maret + 9 bulan = 25 Desember

 

Theophilus, pemimpin umat Kristus di Kaesarea (168 Masehi)

Pada abad 2 Masehi, Theophilus mengeluarkan pernyataan yang terkenal tentang Natal Kristus 25 Desember. Bunyinya adalah:

Kita harus merayakan hari kelahiran Junjungan kita pada hari apapun yang bertanggal 25 Desember (Magdeburgenses, Cent. 2. c. 6. Hospinian, de orign Festorum Chirstianorum)

Pernyataan ini menjadi dalil pendukung mengapa Natal Kristus diperingati tanggal 25 Desember dalam kalender Gregorian yang umum digunakan pada jaman modern ini.

Sebagai gambaran, Theophilus adalah seorang bishop Kaesarea Palestina yang hidup pada generasi paska generasi 12 rasul Kristus. Asistennya bernama Narcissus, Bishop Yerusalem. Theophilus bishop Kaesarea Palestina ini hidup pada tahun 115-188 Masehi, dengan kata lain, dia hidup 137-210 tahun sebelum berlangsungnya Konsili Nicea I tahun 325 M. Dia menjadi bishop pada tahun 168 Masehi. Theophilus menulis pernyataan tersebut di sekitar tahun 168 hingga 188 M.

Simpulan yang ditarik dari pernyataannya adalah umat Kristus Palestina (termasuk umat Kristus Yerusalem dan Kaesarea, juga Tirus dan Ptolemais) telah memperingati Natal Kristus pada tanggal 25 Desember di Palestina. Ini berlangsung ratusan tahun sebelum konsili Nicea (325 M) dan ratusan tahun sebelum pemujaan Dewa Matahari Romawi kuno dirayakan pada akhir Desember (362 M).

Hippolytus (225 Masehi)

Ἡ γὰρ πρώτη παρουσία τοῦ κυρίου ἡμῶν ἡ ἔνσαρκος, ἐν ᾗ γεγέννηται ἐν Βηθλεέμ, ἐγένετο πρὸ ὀκτὼ καλανδῶν ἰανουαρίων, ἡμέρᾳ τετράδι, βασιλεύοντος Αὐγούστου τεσσαρακοστὸν καὶ δεύτερον ἔτος, ἀπὸ δὲ Ἀδὰμ πεντακισχιλιοστῷ καὶ πεντακοσιοστῷ ἔτει ἔ

Ē gar prōtē parūsia tū kuriū ēmōn hē ensarkos, en hē gegennētai en Bēthleem, egeneto pro oktō kalandōn ianūariōn, hēmera tetradi, basileuontos Augūstū tessarakoston kai deuteron etos, apo de Adam pentakiskhiliostō kai pentakosiostō etei e

“Untuk kedatangan pertama Junjungan kita dalam daging, ketika ia dilahirkan di Betlehem, delapan hari sebelum bulan pertama Januari, hari ke-4 dalam seminggu, sedangkan Augustus berada pada 42 tahun, tetapi dari Adam 5005 ratus tahun

Cara hitung Romawi kuno untuk “delapan hari sebelum bulan pertama Januari” adalah sebagai berikut:

Hippolitus
Hippolitus
  1. 1 Januari
  2. 31 Desember
  3. 30 Desember
  4. 29 Desember
  5. 28 Desember
  6. 27 Desember
  7. 26 Desember
  8. 25 Desember

Tulisan tersebut berasal dari buku Hippolytus (170-236 M ) yang berjudul “Komentar terhadap Kitab Daniel” pada sekitar tahun 225 Masehi atau 100 tahun sebelum berlangsungnya konsili Nicea (325 M ).

Tulisan Hippolytus menjadi penting karena profil Hippolytus yang memiliki jalur keguruan yang dekat dengan Yesus, yaitu cicit murid Yesus. Jalur keguruan Hippolytus hingga Yesus Kristus adalah:

Hippolytus murid Irenaeus, murid Polycarpus, murid Yohanes bin Zebedeus, murid Yesus Kristus

Tulisan Hippolytus tersebut membuktikan bahwa sekitar 100 tahun sebelum Konsili Nicea 325 M, umat Kristus telah memperingati Natal Kristus pada tanggal 25 Desember.

Nikēphoros tentang Diocletian (22 Desember 244 – 3 Desember 311 Masehi)

Dalam tulisannya, Nicephorus (Νικηφόρος ‘Nikēphoros’) menulis sejarah umat Kristus yang mengalami penghancuran tempat ibadah dan pembantaian massal. Peristiwa penghancuran tersebut dilakukan oleh Diocletian, saat umat Kristus sedang merayakan Natal Kristus:

“Di Nikomedia (sebuah kota Bethenia) ketika hari raya Natal Kristus datang, dan banyak umat Kristus di segala usia telah berkumpul bersama di tempat ibadah untuk merayakan Natal itu, Diocletian Sang Tiran mendapat kesempatan menguntungkan saat ia mungkin mencapai kegilaan dan kemarahannya, ia mengirim pasukannya ke sana untuk mengunci tempat ibadah itu, dan api itu memakan mereka semua habis menjadi abu, bahkan dua puluh ribu orang.”

 Selden (The anthropos, hal 33, 34) menegaskan laporan Nicephorus itu dan mengatakan bahwa dalam Martirologi Yunani dan Romawi kuno peristiwa ini terjadi pada tanggal 25 Desember.

Iklan

2 thoughts on “Bukti Sejarah Natal 25 Desember dari era pra-Nicea 1 (325 M)”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s