Pemandangan di bawah bulan bintang

Cahaya redup bulan sabit dan kerlap-kerlip bintang tidak cukup untuk mengusir kegelapan malam. Dapat dipahami kenapa doktrin bulan-sabit berisi fitnah gelap kepada iman Al-Masih. Misal, menuhankan manusia, menuhankan nabi, tuhannya buang air besar, tuhannya punya penis, dan fitnah-fitnah keji lainnya. Satu-satunya cara untuk melepaskan mereka dari gelap malam adalah berpindah ke dalam siang, kalau mau. Namun, faktanya, fanatisme bahwa cahaya bulan adalah cahaya yang paling terang, sebab tidak pernah melihat cahaya matahari, membuat mereka enggan untuk hidup di bawah terang siang dan terus berkutat di bawah sinar redup bulan bintang malam hari. Yang dapat kita lakukan hanyalah membagikan apa yang kita tahu, meski pun kita tahu, cerita mengenai terang siang ditolak oleh sebagian dari mereka, karena begitu yakinnya mereka bahwa sinar redup bulan-bintang itu adalah sinar yang paling terang.
Beginilah pemandangan di bawah cahaya temaram bulan sabit dan bintang. Cahaya redup bulan sabit dan kerlap-kerlip bintang tidak cukup untuk mengusir kegelapan malam. Dapat dipahami kenapa doktrin bulan-sabit berisi fitnah gelap kepada iman Al-Masih. Misal, fitnah mereka bahwa umat Al-Masih menuhankan manusia, menuhankan nabi, tuhannya buang air besar, tuhannya punya penis, natal perayaan dewa matahari, dan fitnah-fitnah keji lainnya. Di bawah cahaya redup bulan-bintang malam hari, fitnah-fitnah keji itu nampak seolah-olah kebenaran di mata mereka. Mereka perlu cahaya yang lebih terang daripada cahaya bulan-bintang untuk dapat melihat bahwa fitnah itu adalah fitnah, bukan kebenaran.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s