25 Desember: Dari Julian Ke Gregorian

Di Indonesia, kalender yang digunakan masa kini adalah kalender Gregorian. Ini adalah kalender yang mulai berlaku pada 24 Februari 1582. Sebelum tanggal tersebut, kalender yang berlaku adalah kalender Julian. Kalender Julian adalah kalender yang digunakan pada jaman Yesus. Hingga kini, kalender Julian masih dijadikan patokan sebagai kalender religius umat Kristus Timur. Misalnya saja umat Yesus di negara-negara :

  1. Eropa Timur (Rusia, Belarusia, Ukraina, Bulgaria, dsb)
  2. Eropa Selatan (Yunani, Makedonia, dsb)
  3. Timur-Tengah (Palestina, Libanon, Siria, Irak, Iran, dsb)
  4. Afrika (Mesir, Ethiopia, dsb)

Kalender Julian masih dipertahankan penggunaannya lantaran tulisan-tulisan umat Kristus dari abad 1 Masehi hingga 16 Masehi menggunakan kalender ini. Apalagi, kelahiran Yesus terekam menggunakan kalender ini. Seperti yang telah dibahas di bab sebelumnya, Yesus lahir tanggal 25 Desember 5 SM kalender Julian. Lebih spesifik lagi, Yesus lahir tanggal 25 Desember 5 SM kalender Julian selewat tengah malam. Konversi tanggal tersebut ke kalender Gregorian adalah sebagai berikut:

Tanggal kelahiran Yesus
Tanggal kelahiran Yesus

 

25 Desember 2011 Kalender Gregorian berpadanan dengan 7 Januari 2012 Kalender Gregorian
25 Desember 2011 Kalender Gregorian berpadanan dengan 7 Januari 2012 Kalender Gregorian

Tanggal 25 Desember 2011 berpadanan dengan 7 Januari 2012. Inilah sebabnya para pengguna kalender Gregorian mengira umat Kristus Timur memperingati Natal Kristus tanggal 7 Januari (Kalender Gregorian), padahal mereka memperingati Natal Kristus juga tanggal 25 Desember, hanya saja 25 Desember Kalender Julian.

Jika diterjemahkan ke dalam bentuk tabel, maka:

 

No Kalender Ibrani(Digunakan pada jaman Yesus) Kalender Julian Kuno(Digunakan pada jaman Yesus) Kalender Gregorian Modern(Digunakan dari 24 Februari 1582 hingga saat ini)
1 25 Teveth 3757 25 Desember 5 SM 23 Desember 5 SM
2 12 Teveth 5772 25 Desember 2011 7 Januari 2012

Hasil konversi 25 Desember 2011 kalender Julian jatuh pada tanggal 7 Januari 2012. Lalu, kenapa Natal Kristus tetap diperingati tanggal 25 Desember kalender Gregorian? Jawabannya ada pada sebuah literatur kuno dari abad 2 Masehi. Literatur ini berasal dari Theophilus, seorang pemimpin Nasrani di Kaesarea Palestina. Tulisan tersebut berbunyi:

Kita harus merayakan hari kelahiran Junjungan kita pada hari apapun yang bertanggal 25 Desember (Magdeburgenses, Cent. 2. c. 6. Hospinian, de orign Festorum Chirstianorum)

Pernyataan Theophilus (115-188 Masehi), salah seorang pemimpin umat generasi ketiga (cicit murid Isa, cucu murid Hawariyyun), menjadi dasar tanggal 25 Desember tetap dipertahankan pada kalender Gregorian dan digunakan oleh mazhab Theologi Barat untuk memperingati Natal Kristus, dan bukan pada tanggal 7 Januari. Sementara itu, mazhab Theologi Timur yang menggunakan kalender Julian tetap memperingati Natal Kristus pada tanggal 25 Desember kalender Julian yang pada tahun ini paralel dengan 6/ 7 Januari Kalender Gregorian.

Jadi, mazhab-mazhab kuno dalam Theologi Barat maupun Timur sama-sama memperingati Natal Kristus pada tanggal 25 Desember dan sama-sama merujuk kepada pengajaran yang sama. Mereka hanya berbeda kalender.  Mazhab Theologi Barat menggunakan Kalender Gregorian (kalender baru) sejak tahun 1582, sedangkan Mazhab Theologi Timur menggunakan Kalender Julian (kalender lama) sejak abad 1 Masehi hingga saat ini.

Iklan

One thought on “25 Desember: Dari Julian Ke Gregorian”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s