Dionysius Exiguus: Penetapan tahun Masehi

Dionysius Exiguus
Dionysius Exiguus

Dionysius Exiguus (470 M- 544 M) menetapkan tahun Masehi pada tahun 525 M. Dia bermaksud agar kalender Masehi dimulai dari 1 Januari 1 M segera setelah kelahiran Isa Al Masih pada 25 Desember, yaitu 1 hari setelah pekan Natal berakhir.

Pada masa Dionysius Exiguus, Eropa dan Timur-Tengah belum mengenal angka 0 (baca “Sejarah Angka 0“). Dari tahun 1 Sebelum Masehi, langsung melompat ke tahun 1 Masehi. Itu sebabnya hingga saat ini tidak dikenal tahun 0 Masehi. Andai tahun 0 M dihitung, maka seharusnya ada tahun 0 Masehi yang berjumlah 365 hari, sama seperti tahun-tahun yang lain. Jadi, dalam perhitungan Dionysius Exiguus, Isa Al-Masih alias Yesus Kristus lahir tanggal 25 Desember 1 SM Kalender Julian.  Maka, 1 Januari setelah kelahiran Isa adalah 1 Januari 1 M. Dengan demikian, kelahiran Isa Al-Masih membagi peradaban manusia menjadi sebelum Al-Masih (Sebelum Masehi) dan setelah Al-Masih (Masehi).

Sayangnya, perhitungan Donysius Exiguus tidak memperhitungkan masa pemerintahan Kaisar Agustus selama 4 tahun saat masih menggunakan nama Octavianus. Dengan menimbang 4 tahun yang tidak dihitungnya, maka seharusnya tahun Masehi dimulai tanggal 1 Januari 4 SM dan Isa lahir tanggal 25 Desember 5 SM Kalender Julian.

 

 

Iklan

5 thoughts on “Dionysius Exiguus: Penetapan tahun Masehi”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s