Sejarah angka 0

The ingenious method of expressing every possible number using a set of ten symbols ( each symbol having a place value and an absolute value ) emerged in India. The idea seems so simple nowadays that its significance and profound importance is no longer appreciated. Its simplicity lies in the way it facilitated calculation and placed arithmetic foremost amongst useful inventions. The importance of this invention is more readily appreciated when one considers that it was beyond the two greatest men of Antiquity, Archimedes and Apollonius . (Pierre-Simon Laplace (1749-1827), Matematikawan, Dikutip dalam H Eves “Return to Mathematical Circles” (Boston 1988))

Metode cerdas untuk mengungkapkan setiap angka yang mungkin dengan menggunakan satu set sepuluh buah simbol (setiap simbol memiliki nilai tempat dan nilai absolut) muncul di India. Ide tersebut saat ini tampak begitu sederhana sehingga signifikansi dan nilai pentinya yang mendalam tidak lagi dihargai. Kesederhanaan nya terletak pada bagaimana dia memfasilitasi perhitungan dan menempatkan aritmatika di posisi terpenting di antara penemuan-penemuan yang bermanfaat. Nilai penting penemuan ini lebih mudah dihargai ketika kita mempertimbangkan bahwa hal itu di atas dua orang terbesar Kuno, Archimedes dan Apollonius .

Angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9,0 berasal dari peradaban India kuno, dimulai dari angka Brahmi, lalu berkembang menjadi angka India (Gwallor), lalu angka Sansekerta-Dewanagari. Pada gambar di bawah ini kita bisa melihat bahwa:

  • angka 6 dan 7 Brahmi tidak mengalami perkembangan hingga jaman sekarang
  • angka 2 dan 3 Brahmi berkembang dulu menjadi angka India (Gwallor), dan bentuk tersebut bertahan hingga jaman sekarang
  • angka 1, 8, 9 Brahmi berkembang mejadi angka India (Gwallor), lalu berkembang lagi menjadi angka Arab Barat (Gobar). Bentuk perkembangan itu bertahan hingga jaman modern.
  • angka 0 dimulai dari angka India (Gwallor), kemudian berkembang menjadi angka Sansekerta-Dewanagari. Bentuk perkembangan terakhir tersebut bertahan hingga jaman modern.
  • angka 4 dan 5 India masuk ke Eropa dan mengalami perkembangan di Eropa. Bentuk perkembangan terakhir di Eropa abad 16 bertahan hingga saat ini.
Sejarah perkembangan angka modern selama ribuan tahun
Sejarah perkembangan angka modern selama ribuan tahun

 

Perkembangan angka Arab dan matematika Arab juga berasal dari India. Al-Biruni, seorang Matematikawan Arab, pada tahun 1030 menulis demikian:

Sementara kita menggunakan huruf untuk perhitungan sesuai dengan nilai numerik mereka, India tidak menggunakan huruf sama sekali untuk aritmatika . Dan seperti bentuk huruf sehingga mereka gunakan untuk menulis berbeda di berbagai wilayah negara mereka , sehingga simbol-simbol angka bervariasi .

Tulisan Al-Biruni ini menunjukkan bahwa sebelum angka India masuk ke Arab, angka Arab menggunakan huruf. Metode ini identik dengan metode Aram. Ini hal yang wajar karena huruf Arab berasal dari huruf Aram. Sepulang dari belajar Matematika kepada kaum Hindu di India, Al-Biruni menyebarkan angka Arab di Timur-Tengah, hingga kemudian mencapai Mesir. Dari Mesir, angka Arab masuk ke Eropa, kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia bersamaan dengan ekspansi Belanda, Inggris, Spanyol, dan Portugis.

Pada abad 15-16 Masehi, aneka ragam varian angka mengalami standarisasi sebagai akibat dari penemuan mesin cetak Guttenberg. Mesin cetak ini juga menjadi faktor pendorong tersebarluasnya angka yang telah distandarisasi itu ke berbagai penjuru Eropa, sebelum akhirnya ke seluruh dunia.

Relevansi sejarah angka nol dengan bahasan kita mengenai Natal 25 Desember adalah: tidak ada tahun 0 Masehi. Sebelum tahun 1 M adalah tahun 1 SM. Hal ini penting untuk menghitung tahun kelahiran Isa Al-Masih alias Yesus Kristus.

Angka modern disebut sebagai “angka Arab” oleh Eropa bukan karena Arab penemu angka tersebut, tapi karena angka tersebut masuk ke Eropa melalui Afrika Utara. Pada waktu itu Afrika Utara masuk wilayah kerajaan Arab. Jadi penyebutan angka modern dengan sebutan angka Arab bukan karena asal-usulnya orang Arab. Jika disebutkan berdasarkan asal-usulnya, maka angka modern itu disebut angka India atau angka India Hindu.

What we know is not much. What we do not know is immense. (Pierre-Simon Laplace (1749-1827), Matematikawan)

Iklan

3 thoughts on “Sejarah angka 0”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s