Rekaman sejarah sekuler dari Tacitus (55-115 M) tentang Isa Al-Masih (Yesus Kristus)

Tacitus yang bernama lengkap Publius Gaius Cornelius Tacitus adalah seorang senator dan sejarawan Romawi sekuler yang hidup antara tahun 55 M hingga 115 M. Dia adalah penulis kitab sejarah Romawi kuno yang berjudul “Annal“, terbit tahun 109 M.1, 5

Artifak batu nisan Tacitus.s
Artifak batu nisan Tacitus3 diperkirakan berasal dari tahun 117-125 M.4

Tacitus, sebagaimana umumnya pejabat Romawi kuno pada jamannya, juga bersikap memusuhi Isa Al-Masih alias Yesus Kristus. Dari sudut pandang pejabat Romawi kuno, Isa dianggap makar sebab mengaku diri sebagai Al-Masih (Al-Masih adalah gelar bagi Maharaja), dengan kata lain, Isa dianggap makar oleh Kekaisaran Romawi karena Isa mengajarkan bahwa diri manusia Isa itu adalah Maharaja6 dengan kedudukan yang lebih tinggi daripada Kaisar Romawi.

Ajaran Isa sebagai Al-Masih atau Maharaja ini dianggap oleh Tacitus sebagai takhayul yang paling jahat.

Christus, from whom the name had its origin, suffered the extreme penalty during the reign of Tiberius at the hands of one of our procurators, Pontius Pilatus, and a most mischievous superstition, thus checked for the moment, again broke out not only in Judaea, the first source of the evil, but even in Rome, where all things hideous and shameful from every part of the world find their centre and become popular. (Annal buku XV, paragraf 54 Kalimat 6-7)2

 Panggilan “Kristen” berasal dari kata “Kristus” (Al-Masih). Kristus ini menderita hukuman yang ekstrim pada masa pemerintahan Kaisar Tiberius di tangan salah seorang Prokurator kita yang bernama Pontius Pilatus. Maka, takhayul yang paling jahat yang karenanya kini sedang diperiksa bukan hanya pecah di Yudea sebagai sumber pertama kejahatan, namun juga bahkan di Roma, di mana segala hal yang mengerikan dan memalukan dari segala penjuru dunia menemukan pusatnya dan jadi populer.

Tacitus memandang ke-Maharajaa-an Isa atau ke-Al-Masih-an Isa sebagai takhayul sebab berdasarkan fakta yang terindera, yaitu bahwa penguasa tertinggi yang dilihatnya punya kekuasaan di kekaisaran Romawi adalah Kaisar. Maka, ajaran bahwa Isa adalah Maharaja yang kedudukannya lebih tinggi daripada Kaisar dianggapnya sebagai takhayul.

Tacitus juga memandang ajaran ke-Maharaja-an Isa atau ke-Al-Masih-an Isa sebagai “paling jahat” sebab menurut hukum Kerajaan Romawi, kejahatan terbesar adalah makar kepada kaisar.

Inilah nalar kenapa umat Al-Masih yang mengakui manusia Isa sebagai Maharaja (atau Al-Masih) dalam kekaisaran Romawi dipandang melakukan tindakan kejahatan terberat (makar) dengan ganjaran hukuman mati dengan cara disiksa (mati pelan-pelan), selain juga pembunuhan karakter (dihina habis-habisan).

Mockery of every sort was added to their deaths. Covered with the skins of beasts, they were torn by dogs and perished, or were nailed to crosses, or were doomed to the flames and burnt, to serve as a nightly illumination, when daylight had expired. (Annal buku XV, paragraf 54 Kalimat 9-10)2

Segala jenis ejekan ditambahkan pada kematian mereka. Ditutupi dengan kulit binatang, mereka dicabik-cabik oleh anjing dan dibinasakan, atau dipakukan pada salib, atau dilemparkan ke dalam untuk api dan dibakar, dijadikan sebagai obor penerang malam hari, tatkala terang hari telah berakhir.

Simpulan

  1. Sejarah Romawi sekuler yang terbit pada tahun sekitar 109 Masehi mengisahkan tentang manusia Isa Al-Masih yang dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilatus, paralel dengan kisah dalam Injil.
  2. Sejarah ini menunjukkan bahwa Isa Al-Masih adalah manusia nyata, bukan fiksi, bukan dongeng, dan bukan mitos.
  3. Sebagai senator Romawi dan sekaligus sebagai sejarawan intelektual, dia menyatakan bahwa manusia Isa Al-Masih dijatuhi hukuman mati dan dibunuh oleh kekaisaran Romawi.

Bibliografi

1http://classics.mit.edu/Tacitus/annals.html; akses 29/3/2015 11:10.

2http://classics.mit.edu/Tacitus/annals.11.xv.html (saran terjemahan: Alfred John Church dan William Jackson Brodribb); akses 29/3/2015 11:35

3http://www-personal.umich.edu/~bkh/epigraph/images/large/terme_tacitus.jpg; akses 29/3/2015 12:08

4http://www.livius.org/pictures/italy/rome/rome-museum-pieces/tombstone-of-tacitus/ ; akses 29/3/2015 12:15

5http://www.perseus.tufts.edu/hopper/text?doc=Perseus:text:1999.02.0077 ; akses 29/3/2015 13:03

6Maharaja (Ing. King of kings) adalah jabatan tertinggi dalam suatu kerajaan yang membawahi kerajaan lain. Maharaja berarti raja yang membawahi raja-raja negara taklukan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s