Dalil Perayaan Natal Dalam Injil

Kita semua tentu akrab dengan tuduhan yang berkata bahwa perayaan Natal atau Milad Al-Masih tidak punya dalil dalam Injil. Padahal, dalil tersebut selalu disebutkan, bahkan didramakan, setiap ada perayaan Natal selama ribuan tahun.

Ya, dalil yang mendasari perayaan Natal adalah ayat-ayat yang mengisahkan para malaikat merayakan kelahiran Isa Al-Masih dengan penuh sukacita. Perilaku malaikat ini diteladani oleh umat Al-Masih dalam rupa perayaan kelahiran Yesus Kristus atau Milad Al-Masih.

13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
14 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (Injil, Lukas 2: 13-14)

Demikian penting perayaan kelahiran Isa Al-Masih, sehingga Allah bukan hanya menyuruh para malaikat berbicara, tapi juga menyuruh mereka memberi contoh perbuatan.

Ilustrasi: Para malaikat merayakan kelahiran Isa Al-Masih.
Ilustrasi: Para malaikat merayakan kelahiran Isa Al-Masih.

Para gembala yang menyaksikan hal tersebut, lantas menjenguk bayi Isa Al-Masih. Dan setelah itu, mereka mengikut teladan para malaikat dengan merayakan kelahiran Isa Al-Masih dengan sukacita.

Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. (Injil, Lukas 2: 20)

Dalil Injil menunjukkan bahwa peristiwa perayaan Natal pertama ini terjadi pada 25 Desember 5 SM Kalender Julian.

Dalil dalam Injil tersebut dieksplisitkan pada surat penggembalaan, yaitu 2 Timotius 2:8.

Ingatlah Isa Al Masih, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Nabi Daud dan yang dihidupkan kembali dari antara orang mati; itulah Injil yang kuajarkan (2 Timotius 2:8)

Surat ini bersal dari sekitar tahun 67 M. Dengan demikian, surat ini mengindikasikan perayaan/ peringatan Natal terus berlangsung dari tahun 5 SM hingga 67 M.

Mungkin Anda akan bertanya “Bukankah menurut Catholic encyclopedia edition 1911, Natal itu perayaan pagan”? Apa yang tercantum pada ensiklopedia tahun 1911 itu adalah opini. Tidak ada bukti yang mendukung opini tersebut. Dengan kata lain, opini itu hanya kata belaka.

Opini tersebut berlawanan dengan bukti dalil Alkitab dan bukti sejarah yang mengindikasikan Natal telah diperingati pada kisaran tahun 126-137 Masehi, yaitu misa tengah malam yang khas berlangsung pada pekan Natal. Bukti-bukti sejarah pra-Nicea 1 juga menunjukkan Natal atau Milad Al-Masih telah diperingati/ dirayakan sebelum abad 4 Masehi.

Sebagaimana yang diteladankan oleh para malaikat, perayaan Natal juga diisi dengan pujian pengagungan kepada Allah atas lahirnya Isa Al-Masih sebagai menu utamanya.

Simpulan

  1. Bukti dalil Injil dan bukti sejarah mengindikasikan bahwa Natal Kristus atau Milad Al-Masih dirayakan pertama kali tahun 5 SM.
  2. Perayaan Milad terus berlangsung setiap tahun hingga sekitar tahun 67 Masehi seiring dengan ditulisnya surat Timotius, dan terus dipelihara hingga dilembagakan pada sekitar tahun 126-137.
  3. Opini bahwa perayaan Natal baru dimulai abad 4 Masehi bertentangan dengan bukti dalil Alkitab dan bukti sejarah.
Iklan

6 thoughts on “Dalil Perayaan Natal Dalam Injil”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s