Atribut Natal

Disinformasi

Desember 2014, menjelang Natal, sejumlah agamawan Islam, khususnya dari golongan teroris, menyebarluaskan informasi palsu bahwa topi malam merah-putih yang dikenakan oleh karikatur Sinterklas versi Coca-Cola adalah atribut Natal, bahkan sejumlah agamawan Islam terkemuka, melalui corongnya, menyebarluaskan bahwa topi tersebut adalah atribut agama.1,3 Informasi palsu ini ditelan banyak orang. Beruntung kita tidak menelan informasi palsu itu.

Topi tidur yang sejenis dengan ini digunakan oleh Sundblom dalam karikatur Sinterklas versinya pada tahun 1931. Selepas tahun 2000, topi tidur ini punya nama pasaran baru, yaitu "topi sinterklas", dan pada tahun 2014, beberapa agamawan Islam mengharamkan topi tidur ini dengan alasan topi khas Natal. (Hush! Jangan ketawa!!! ^_^ )
Topi tidur yang sejenis dengan ini digunakan oleh Sundblom dalam karikatur Sinterklas versinya pada tahun 1931. Selepas tahun 2000, topi tidur ini punya nama pasaran baru, yaitu “topi sinterklas”, dan pada tahun 2014, beberapa agamawan Islam mengharamkan topi tidur ini dengan alasan topi khas Natal. (Hush! Jangan ketawa!!! ^_^ )

Sebenarnya….

Kita telah membahas bahwa apa yang orang sebut sebagai topi Sinterklas itu tidak lain hanyalah topi malam warna merah-putih yang dipasangkan oleh Sundblom dan Coca-Cola pada karikatur Sinterklas versi bisnis mereka untuk keperluan iklan produk Coca-Cola selama musim dingin di Amerika Serikat. Tujuan topi itu adalah untuk meningkatkan penjualan produk Coca-Cola. Kepentingan bisnis komersil bicara di sini. Money talks.

Dengan demikian, topi itu bukan atribut agama, bukan pula atribut Natal, melainkan atribut bisnis.

Kalau begitu, apakah atribut Natal yang sebenarnya?

Atribut Natal ada 2 jenis, yaitu atribut fisik dan atribut non-fisik. Artikel ini membahas atribut fisik saja.

Atribut fisik Natal adalah cahaya, sinar atau terang. Yohanes, murid terdekat Isa Al-Masih menjelaskan Natal sebagai hari di mana Cahaya Dzat Allah, yaitu IlmuNya, nuzul menjadi Isa Al-Masih.

Sang Ilmu telah ada dari mulanya. Ilmu itu bersama dengan Allah, dan Tuhan adalah IlmuNya. Sejak semula Ilmu itu bersama Allah.  Segala sesuatu dijadikan dengan IlmuNya dan dari segala yang ada, tidak ada sesuatu pun yang dijadikan tanpa IlmuNya.  Hidup ada di dalam IlmuNya, dan hidup itu adalah terang manusia.  Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan tidak dapat mengalahkannya.  Ada seorang utusan Allah bernama Yahyaa.  Ia datang untuk memberi kesaksian mengenai terang itu, supaya melalui kehadirannya semua orang dapat percaya.  Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian mengenai terang itu.  Terang yang benar, yang menerangi setiap orang, datang ke dalam dunia. (Yohanes 1:1-9)

Ilmu Allah itu telah menjadi manusia lalu tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diterima-Nya sebagai “Sang Anak Tunggal”(i) yang datang dari “Sang Bapa”(ii), penuh dengan anugerah dan kebenaran. (Yohanes 1:14)

Sumber terang yang digunakan dapat macam-macam, misal, lilin, korek api, dian, lampu biasa, lampu hias, fosfor, sumber terang apa pun — gratis atau berbayar — yang memancarkan sinar. Sumber cahaya itu tidak harus dipasangkan pada mainan pohon Natal, tapi bisa dipasangkan pada benda lain yang bernuansa netral atau positif, misal, pada kapal, jembatan, dsb.

Lampu-lampu hias dipasang pada kapal.
Lampu-lampu hias dipasang pada kapal.
Festival Cahaya Natal di Oklahoma
Festival Cahaya Natal di Oklahoma
Lilin adalah sumber cahaya untuk festival cahaya Natal pada jaman kuno. Tradisi ini masih dilestarikan sampai sekarang.
Lilin adalah sumber cahaya untuk festival cahaya Natal pada jaman kuno. Tradisi ini masih dilestarikan sampai sekarang.
Festival Cahaya Natal di Jepang
Festival Cahaya Natal di Jepang

 

Yang paling sederhana, cukup menyalakan lampu di rumah Anda. Kalau begitu, lantas apa bedanya dengan orang lain yang tidak merayakan Natal? Bedanya di niat. Walau menyalakan lampu pada pekan Natal, orang tidak dihitung merayakan Natal bila niatnya tidak merayakan Natal.

Dalam keadaan darurat, seperti yang dialami oleh umat Al-Masih di Irak, yang hidup di bawah bayang-bayang genosida oleh kelompok teroris Negara Islam Irak-Siria (ISIS), atribut Natal, yaitu cahaya, berasal dari api.

Natal alias Milad Al-Masih di Hamdaniya, sebelah timur Mosul, Irak, tahun 2014 di bawah ancaman kelompok teroris Negara Islam.2
Natal alias Milad Al-Masih di Hamdaniya, sebelah timur Mosul, Irak, tahun 2014 di bawah ancaman kelompok teroris Negara Islam.2

 Simpulan

  1. Atribut fisik Natal adalah terang atau cahaya, bukan topi Sinterklas versi Coca-Cola.
  2. Tidak ada salahnya bila kita kewaspadai informasi palsu terkait Natal dari sebagian agamawan Islam yang telah menjadikan disinformasi sebagai tradisi mereka untuk menyambut Hari Natal dalam beberapa tahun terakhir.

 

Catatan

(i)Kata kias “Anak Tunggal” atau “Anak” merujuk kepada Ilmu Allah.

(ii)Kata kias “Bapa” merujuk kepada Allah swt.


 Bibliografi

1http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/12/20/ngubl0-muhammadiyah-rasulullah-larang-umat-islam-pakai-atribut-agama-lain; akses 8/4/2015 19:24

disinformasi-topi-sinterklas

2http://www.bbc.com/news/world-20840474; akses 8/4/2015 20:25

3http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/14/12/05/ng1w7v-mui-imbau-karyawan-muslim-mal-tak-gunakan-atribut-natal; akses 8/4/2015 21:24

Disinformasi Islami ttg atribut agama dan atribut natal

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s