Kontradiksi semu: Isa/ Yesus adalah anak Yusuf atau bukan

Disinformasi

Matius 1:1-25 menjelaskan bahwa pasal ini tentang silsilah Yesus keturunan Daud!! Tetapi fakta yang ada, penjelasan paling akhir berujung pada Yusuf, yang dijelaskan dengan gamblang selanjutnya adalah Yusuf belum menggauli Maria, maka Yesus bukan anak Yusuf! Namun Lukas 4:22, Yohanes 1:45, dan Yohanes 6:42 menyebut Yesus anak Yusuf.

Sebenarnya….

Strategi disinformasi di atas dilakukan dengan mengabaikan Matius 1:16. Pengabaikan ayat 16 dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

  1. dengan mengatakan “penjelasan paling akhir berujung pada Yusuf”. Kenyataannya, ujung daftar silsilah Isa menurut jalur Yusuf dalam Matius 1:1-16 secara eksplisit menyebutkan adalah “…Isa yang disebut Al-Masih”.
  2. memasukkan asumsi tersirat pada kata “anak”, yaitu: kata “anak” diasumsikan bermakna anak biologis hasil hubungan sex. Kenyataannya, Matius 1:16 mendeskripsikan kata “anak” di situ bukan dalam arti anak biologis.

Strategi ini berpotensi gagal memengaruhi pikiran targetnya manakala sasaran disinformasi mengetahui bahwa kata “anak” dalam frasa “anak Yusuf” berarti “anak yang dilahirkan dari rahim istrinya Yusuf“, sebagaimana yang tersarat dalam kalimat:

Yakub memperanakkan Yusuf, suaminya Maria yang melahirkan Isa yang disebut Al-Masih” (Matius 1: 16).

Lukas 4:22, Yohanes 1:45, dan Yohanes 6:42 mengisahkan masyarakat mengakui bahwa anak bawaan Maria itu adalah anak Yusuf.

Mereka semua memuji Isa dan heran akan ucapan-ucapan tersebut yang begitu bagus. Kata mereka, “Bukankah Ia ini anak Yusuf?” (Lukas 4:22)

Kemudian Filipus menemui Natanael dan berkata kepadanya, “Kami sudah bertemu dengan Dia yang dituliskan oleh Musa dalam Kitab Suci Taurat dan juga nabi-nabi, yaitu Isa bin Yusuf dari Nazaret.” (Yohanes 1:45)

Kemudian kata mereka, “Bukankah Dia ini Isa bin Yusuf, yang ayah dan ibu-Nya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata, ‘Aku telah turun dari surga?’” (Yohanes 6:42)

Masyarakat Israel saat itu mengakui Isa sebagai anak Yusuf karena bayi Isa Al-Masih keluar dari rahim Maryam pada saat Maryam sudah jadi istri sah Yusuf berdasarkan syari’at Taurat. Agar tidak terjebak dalam perangkap asumsi implisit dalam disinformasi tersebut, kita perlu paham kronologi kelahiran Isa Al-Masih, khususnya pada bagian berikut ini:

  1. 17 Nisan 3756 Kalender Ibrani (25 Maret 5 SM Kalender Julian): Jibril/ Gabriel datang ke Maryam dan tanggal Maryam mulai hamil (Injil Lukas 1:26-27, 36). Jibril datang kepada Maria sebelum Maria hamil. Saat Jibril menyampaikan firman Allah, saat itu pula Maria mengandung Isa Al-Masih.
  2. Maria bergegas berangkat ke Elisabet dan tinggal di rumah Elisabet selama 3 bulan. Dalam kurun waktu ini, ia tidak bertemu Yusuf.
  3. 24 Juni 5 SM Kalender Julian: Elisabet, istri Zakharia, melahirkan Yohanes Pembabtis. Beberapa hari kemudian, Maria pulang kembali ke kotanya.
  4. Tammuz 3756: Yusuf bertemu lagi dengan Maria setelah usia kehamilan Maria 3 bulan dan ia mengetahui bahwa Maria hamil atas kuasa dari Dzat Allah atau Roh Kudus (Matius 1: 18).
  5. Jibril datang kepada Yusuf agar Yusuf memperistri Maria (Matius 1:20-25) dan agar memberi nama anak itu Isa/ Yesus. Jibril datang ke Yusuf setelah Maria hamil 3 bulan. Yusuf taat mengikuti firman Allah yang disampaikan oleh Jibril.
  6. Yusuf dan Maria berangkat ke Betlehem.
  7. 25 Desember 5 SM Kalender Julian: Isa Al-Masih alias Yesus Kristus lahir. Ini diperingati dengan Natal setiap tanggal 25 Desember Kalender Julian maupun Kalender Gregorian.

Perhatikan, Maria melahirkan Isa Al-Masih saat telah menikah dengan Yusuf, karena itulah, Isa Al-Masih adalah anak Yusuf, namun bukan anak biologis Yusuf.

Simpulan

  1. Isa adalah anak Yusuf karena Isa dilahirkan oleh istri Yusuf, yaitu: Maria.
  2. Isa adalah anak Yusuf karena saat melahirkan Isa, Maria sudah menjadi istri Yusuf.
  3. Injil mengisahkan bahwa Isa bukan anak biologis Yusuf, namun Isa adalah anak Yusuf karena Isa lahir dalam rumah tangga Yusuf-Maria.
  4. Kontradiksi semu dilakukan dengan cara menyusupkan asumsi implisit yang keliru ke frasa “anak Yusuf”. Strategi ini sukses menyebabkan banyak orang gagal paham Injil.
  5. Memahami Injil dengan baik meluputkan kita dari perangkap-perangkap a la para ulama Yahudi tempo doeloe dalam disinformasi anti-Injil, yang ditiru oleh sejumlah aktivis dakwah Islam .
Iklan

One thought on “Kontradiksi semu: Isa/ Yesus adalah anak Yusuf atau bukan”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s