Nalar Isa/ Yesus disebut Anak Daud

adegan drama yang menggambarkan Isa Al-Masih (Yesus Kristus) bersoal-jawab dengan para ulama mazhab Farisi.
adegan drama yang menggambarkan Isa Al-Masih (Yesus Kristus) bersoal-jawab dengan para ulama mazhab Farisi.

Isa Al-Masih alias Yesus Kristus mengajukan teka-teki Alkitab kepada para ulama mazhab Farisi.

Pada waktu orang-orang dari mazhab Farisi sedang berkerumun, Isa mengajukan pertanyaan kepada mereka,

“Bagaimanakah pendapatmu tentang Al Masih? Anak siapakah dia?”

“Anak Daud!” jawab mereka.

“Kalau begitu, bagaimana mungkin Daud dengan kuasa Dzat Allah menyebut Al-Masih itu Tuannya ketika Daud berkata,  ‘Allah bersabda kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku sampai Aku menaruh musuh-musuh-Mu di bawah kaki-Mu.’ Jadi, kalau Daud itu sendiri menyebut Al-Masih itu dengan kata ‘Junjungan’, bagaimana mungkin Al-Masih itu adalah anaknya pula?” (Matius 22: 41-45)

Latar sosial dari percakapan di atas adalah: mazhab Farisi memaknai frasa ‘anak Daud’ sebagai anak biologis hasil perkawinan antara laki-laki dan perempuan. Andai pemaknaan ini betul, maka, nalarnya, Daud mustahil menyebut Al-Masih dengan kata “tuanku” seperti yang tercantum dalam kitab Zabur atau Mazmur.

Zabur Daud. Demikianlah firman ALLAH kepada tuanku: “‘Duduklah di sebelah kanan’-Ku, sampai Aku membuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.” (Zabur/ Mazmur 110:1)

Dalam konsep Ibrani purba hal ini tidak mungkin terjadi, karena para leluhur raja (ayah, kakek, kakek buyut, dst) adalah pihak yang memperanakkan raja, sehingga mereka bukanlah hamba raja, jadi tidak mungkin leluhur raja menyebut dengan sebutan ‘tuanku’.

Di sini Isa menunjukkan kepada agamawan mazhab Farisi bahwa interpretasi mereka itu kontradiktif, dan, di sini pula, Isa menggunakan kontradiksi sebagai indikator bahwa telah terjadi salah interpretasi.

Nubuat mengenai Al-Masih menunjukkan bahwa Al-Masih adalah:

  1. Anak Daud alias keturunan Daud. Artinya, ke luar dari rahim perempuan yang adalah keturunan Daud.
  2. Disebut oleh Daud dengan sapaan “Tuanku”. Ini menunjukkan Al-Masih bukan anak biologis Daud.

Bagaimana mungkin seorang bayi lahir dari rahim perempuan keturunan Daud, namun bukan anak biologis antara perempuan itu dengan laki-laki? Inilah yang tidak dapat dijelaskan oleh mazhab Farisi (Matius 22: 46).

Injil menjawab teka-teki nubuat itu dengan sederhana:

  1. Allah menciptakan kodrat manusia Isa Al Masih secara langsung dalam rahim Maryam (Injil Matius 1:20; Injil Lukas 1:35) sebelum Maryam menikah dengan Yusuf (Injil Matius 1:18) pada saat Maria masih perawan (Injil Lukas 1:27). Hal ini menunjukkan bahwa embrio kodrat manusia Isa Al Masih bukanlah anak hasil seksual antara Yusuf dan Maryam, melainkan kodrat manusia itu langsung diciptakan oleh Allah dalam rahim Maria (Injil Matius 1:20; Injil Lukas 1:35).
  2. Setelah dalam rahim Maryam berisi bayi Isa Al Masih, Allah menitahkan Yusuf untuk menikahi Maryam (Matius 1:18-24).
  3. Yusuf telah menjadi suami Maryam (Injil Matius 1:24), ketika Maria melahirkan bayi Isa Al Masih (Matius 1: 16, 25; Lukas 2:6-7) pada tanggal 25 Desember 5 SM (Natal).
  4. Dengan demikian, secara adat budaya dan secara hukum Taurat, Isa Al-Masih adalah Isa bin Yusuf bin Daud, baik melalui jalur Yusuf (Injil Matius 1: 6-16) maupun melalui jalur Maryam (Lukas 3:23-31).

Dengan demikian, nubuat bahwa Al-Masih adalah anak Daud sekaligus bukan anak biologis Daud terpenuhi sempurna. Apa yang tidak dapat dijawab oleh mazhab Farisi dapat dijawab oleh mazhab Jalan Lurus Tuhan dengan sempurna.

Simpulan

  1. Al-Masih adalah anak Daud, yaitu: lahir dari perempuan keturunan Daud yang bersuamikan laki-laki yang juga keturunan Daud.
  2. Namun Al-Masih bukan anak biologis Daud.
  3. Teka-teki yang seolah kontradiktif ini terjawab dengan hadirnya kodrat manusia Isa Al-Masih dalam rahim Maria.
Iklan

One thought on “Nalar Isa/ Yesus disebut Anak Daud”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s