Perihal keperawanan Maria saat kandung & lahirkan Isa Al-Masih / Yesus Kristus

Ilustrasi Maria
Ilustrasi Maria

Maryam perawan sebelum dan selama melahirkan Isa Al Masih. Penekanan ajaran tentang keperawanan Maryam dalam kitab Injil menunjukkan bahwa Isa Al Masih bukan lahir hasil hubungan badan antara Maryam dengan seorang pria.

26. Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Jibril pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nasaret,
27. kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maryam. (Injil Lukas 1:26-27)

Begitu firman Allah disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Maryam, seketika itu pula manusia Isa Al Masih ada dalam rahim Maryam. Peristiwa ini selalu diingat dalam perayaan Natal tiap tanggal 25 Desember.

Bahwa Maryam masih perawan saat mengandung Isa Al Masih (Yesus kristus) merupakan hambatan bagi fitnah yang dilancarkan oleh para alim ulama Yahudi bahwa Isa Al Masih adalah anak hasil hubungan zinah antara Maryam dengan seorang perwira militer Romawi1 yang bernama Tiberius Julius Abdes Panthera.

Andai fitnah itu sesuai kenyataan, maka Maryam seharusnya sudah dihukum mati, sesuai syari’at Taurat yang berlaku di kalangan Yahudi pada masa itu.

20 Tetapi jika tuduhan itu benar dan tidak didapati tanda-tanda keperawanan pada si gadis,
21 maka haruslah si gadis dibawa ke luar ke depan pintu rumah ayahnya, dan orang-orang sekotanya haruslah melempari dia dengan batu, sehingga mati  —  sebab dia telah menodai orang Israel dengan bersundal di rumah ayahnya. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu. (Syari’at Taurat, Ulangan 22: 20-21)

Nyatanya, justru sebaliknya. Injil mengisahkan Maryam tetap hidup sekurang-kurangnya sampai 33 tahun setelah peristiwa kelahiran Isa Al Masih alias Natal Kristus. Mahkamah agama Yahudi tidak menjatuhkan hukuman mati kepada Maria.

Pula, andai fitnah itu benar, Isa Al Masih juga tidak dapat memasuki Bait Allah Yerusalem seumur hidup dan juga tidak dapat mengajar di sinagog-sinagog Yahudi, karena diasingkan dari jama’ah berdasarkan syari’at Taurat Ulangan 23:2.

Seorang anak haram janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN. (Syari’at Taurat, Ulangan 23:2)

Nyatanya, Injil mengisahkan, Isa Al Masih dapat memasuki bait Allah, misal, saat Isa Al Masih disunat di Bait Allah (Injil, Lukas 2:21) dan saat upacara bar mitzvah (Lukas 2:41-42) di Bait Allah. Pada masa dewasanya, Isa Al Masih dapat mengajar di Bait Allah dan sinagog-sinagog Yahudi serta tidak dikucilkan dari jama’ah Allah masa itu.

Simpulan

Maria hidup sampai usia tua dan Isa dapat keluar-masuk Bait Allah dan sinagog. Kedua hal ini menunjukkan bahwa:

  1. Maria adalah perawan saat mengandung dan melahirkan Isa Al-Masih
  2. Isa Al-Masih bukan anak di luar nikah dan bukan anak hasil zinah.

 

Bibliografi

1Origen. Contra Celcus. 248 M. Buku I Bab XXVIII Halaman 11

“…born in a certain Jewish village, of a poor woman of the country, who gained her subsistence by spinning, and who was turned out of doors by her husband, a carpenter by trade, because she was convicted of adultery; that after being driven away by her husband, and wandering about for a time, she disgracefully gave birth to Jesus, an illegitimate child, who having hired himself out as a servant in Egypt on account of his poverty, and having there acquired some miraculous powers, on which the Egyptians greatly pride themselves, returned to his own country, highly elated on account of them, and by means of these proclaimed himself a God.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s