Scriptor Syrus: Pemalsuan abad 19 M terhadap sejarah Natal

Opini dari scriptor Syrus laris manis di kalangan anti-Natal 25 Desember, walau pun tidak semua orang yang mengikuti opininya mengetahui pencetus opini itu.  Singkatnya, opini orang ini terkenal pada level global/ internasional, tapi scriptor Syrus tidak dikenal sama sekali.

1. Scriptor Syrus Bukan Nama Diri

Scriptor Syrus adalah kata dalam bahasa Latin. Kata “scriptor” berarti penulis, sedangkan kata “Syrus” berarti orang Siria.1 Dengan demikian, scriptor Syrus berarti orang Siria yang pekerjaannya menulis atau, singkatnya, penulis Siria. Scriptor Syrus bukan nama diri. Nama diri si penulis Siria ini tidak diketahui alias anonim.

2. Opini Scriptor Syrus

Poin-poin opini scriptor Syrus adalah sebagai berikut:

  • 25 Desember adalah hari raya Natalis Solis Invicti, hari lahir Sol, dewa matahari Romawi.
  • Hari Natal Kristus semula tanggal 6 Januari.
  • Kristen Romawi turut serta dalam hari raya Natalis Solis Invicti.
  • Tokoh-tokoh gereja Katolik Roma lantas memindahkan Hari Natal Kristus ke Hari Natalis Solis Invicti.
  • Maka, hasilnya, sejak saat itu, Hari Natal Kristus dirayakan setiap tanggal 25 Desember.

Bagaimana? Cukup familiar kan dengan opini anti-Natal 25 Desember ini?

Sang penyalin anonim, scriptor Syrus, menuliskan opininya berupa anotasi/ catatan pinggir dalam manuskrip buah karya Jacob bar Salibi, metropolitan Amid, 1171.3

Akibatnya, muncul anggapan keliru, khususnya di kalangan anti-Natal 25 Desember, seolah-olah anotasi itu ditulis oleh Jacob bar Salibi.

Illgen, D. Christian Friedrich. Zeitschrift fur die historische theologie. Leipzig: Verlag von Joh. Ambr. Barth, 1833, halaman 239-240.

Opini scriptor Syrus dalam Illgen (1833: 239-240)

Saran terjemahan dari Andrew McGowan dalam blog pribadinya pada poin yang paling relevan dengan pembahasan kita adalah sebagai berikut:

The reason, then, why the fathers of the church moved the January 6th celebration to December 25th was this, they say: it was the custom of the heathen to celebrate on this same December 25th the birthday of the Sun, and they lit lights then to exalt the day. Even Christians were participants in these rites and ceremonies. When, therefore, the teachers of the Church saw that Christians inclined to this custom, they established a plan. The true Natal feast would be celebrated on this day, and Epiphany on January 6th

 

3. Latar Lahirnya Opini Scriptor Syrus

A. Perkiraan

Scriptor Syrus menuliskan opininya berupa anotasi/ catatan pinggir dalam manuskrip abad 12 Masehi. Manusia abad 4 Masehi tidak dapat menulis pada manuskrip abad 12 Masehi. Maka, scriptor Syrus hidup pada atau setelah abad 12 Masehi.

Opini itu dimuat dalam buku yang diterbitkan pada paruh pertama abad 19 Masehi, tepatnya, tahun 1833 Masehi. Maka, kisaran scriptor Syrus hidup antara abad 12 Masehi hingga 19 Masehi. Perkiraan waktu ini masih dapat lebih dipersempit dengan menganalisis unsur latar yang terkandung dalam opini itu.

B. Analisis latar waktu dengan metode strukturalisme genetik

Menurut opini ini, Natal semula tanggal 6 Januari, lalu dipindah ke tanggal 25 Desember. Opini ini menunjukkan scriptor Syrus tahu bahwa Mazhab Theologi Timur memperingati Natal tanggal 6 Januari Kalender Gregorian. Bersamaan dengan itu, opini itu juga menyiratkan bahwa scriptor Syrus tidak tahu bahwa Mazhab Theologi Timur memperingati Natal tanggal 25 Desember Kalender Julian.

Karena opini itu berkata bahwa Natal jatuh tanggal 6 Januari, maka kita tinggal mencari tahu tahun berapa saja 25 Desember Kalender Julian jatuh pada tanggal 6 Januari Kalender Gregorian. Hal ini terjadi antara tahun 1801-1899.3 Buku itu terbit tahun 1833.4 Karena itu, latar waktu scriptor Syrus menuliskan opini tersebut adalah antara tahun 1801-1833. Dengan demikian, scriptor Syrus diperkirakan hidup di sekitar awal abad 19 Masehi.

C. Latar sosial

Scriptor Syrus tidak mengetahui bahwa apa yang disebutnya sebagai Natal 6 Januari Kalender Gregorian sesungguhnya juga Natal 25 Desember Kalender Julian. Ini menunjukkan scriptor Syrus tidak tahu tentang Kalender Julian.

Kalender Julian digantikan oleh Kalender Gregorian sejak abad 16 Masehi di Eropa Barat. Sedangkan di Eropa Timur, dan Selatan, Kalender Julian masih digunakan hingga saat ini (2015) sebagai kalender keagamaan. Bukan hanya itu. Kalender Julian juga masih digunakan sebagai kalender keagamaan oleh Nasrani Siria hingga saat ini. Sementara itu, scriptor kitab suci di Eropa Tengah dan Utara masih mengenal Kalender Julian, karena kedekatannya dengan Eropa Timur dan Selatan yang masih masih memelihara Kalender Julian.

Dengan demikian, ketidakfamiliaran scriptor Syrus dengan kalender Julian mengindikasikan scriptor Syrus adalah orang yang tinggal di Eropa Barat, bukan orang Siria atau bagian Eropa lainnya. Dia bisa orang pribumi Eropa Barat, namun bisa juga pendatang yang lama tinggal di Eropa Barat.

4. Simpulan

Opini Scriptor Syrus adalah pemalsuan dari abad 19 M. Opini itu dikesankan berasal dari abad 4 atau 12 Masehi, padahal berasal dari abad 19 Masehi.

 


Bibliografi

1http://latinlexicon.org/definition.php?p1=2058346; akses 22/4/2015 3:53

2http://www.syriacstudies.com/AFSS/Syriac_Scholars_and_Writers/Entries/2008/4/4_209._Dionysius_Jacob_bar_Salibi,_metropolitan_of_Amid_%28d._1171%29.html ; akses 22/4/2015 13:51

3http://www.calendarhome.com/calculate/convert-a-date/; akses 22/4/2015 14:44

4Illgen, D. Christian Friedrich. Zeitschrift fur die historische theologie. Leipzig: Verlag von Joh. Ambr. Barth, 1833.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s