Artifak: Palungan batu dari Megido abad 9 SM

Artifak palungan batu ini ditemukan dalam ekskavasi arkeologi di Megiddo, diperkirakan berasal dari abad 9 SM. Palungan biasanya diisi air atau rumput untuk ternak domba, unta, sapi, dsj. Menimbang latar belakang sosial-budaya, maka palungan semacam inilah yang digunakan untuk menaruh bayi Isa Al-Masih (Yesus Kristus) usai dilahirkan (Lukas 2: 7, 12, 16). Dalam interpretasi simbolik, hal ini menunjukkan bahwa Isa Al-Masih bukan hanya diperuntukkan bagi golongan yang disimbolkan dengan
Bentuknya sangat berbeda dari palungan dalam drama-drama Natal yang dipentaskan di seputar 25 Desember. Namun, artifak arkeologis ini adalah palungan batu, ditemukan dalam ekskavasi arkeologi di Megiddo. Artifak ini diperkirakan berasal dari era Raja Ahab (abad 9 SM).1 Palungan berfungsi untuk menampung air atau rumput untuk ternak domba, unta, sapi, kuda, dsj. Menimbang latar belakang sosial-budaya, maka palungan semacam inilah yang digunakan untuk menaruh bayi Isa Al-Masih (Yesus Kristus) usai dilahirkan (Lukas 2: 7, 12, 16). Dalam interpretasi simbolik, hal ini menunjukkan bahwa Isa Al-Masih bukan hanya diperuntukkan bagi golongan yang disimbolkan dengan “domba”, tapi juga yang disimbolkan oleh Alkitab dengan simbol “onta”, “keledai”, “kuda”, “kambing”, dan “lembu”.

Bibliografi

1http://www.pitt.edu/~agtaylor/Israel/Meggido-excavations.html; akses 26/4/2015 22:30

Iklan

3 thoughts on “Artifak: Palungan batu dari Megido abad 9 SM”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s