Fitnah: Pohon Natal disembah

Disinformasi

Pohon Natal disembah.

“Beginilah firman Tuhan: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adaIah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun tidak dapat. ” Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya Tuhan! Engkau besar dan nama-Mu besar oleh keperkasaan. ” (Yeremia 10:2-6)

Ayat-ayat Alkitab tersebut jelas sekali mengatakan bahwa Pohon Terang adalah upacara penyembahan berhala yang tidak bisa berbicara, tidak bisa berbuat jahat dan tidak bisa juga berbuat baik. Tetapi kenapa masih saja disembah? Mereka bukan pengikut Yesus. Pengikut Yesus (Isa) yang sebenarnya adalah ummat Islam!

Sebenarnya….

Bukti-bukti sejarah mengenai pohon Natal menunjukkan Pohon Natal adalah mainan kanak-kanak dan tidak disembah.

Yeremia 10: 2-6 tidak menunjuk ke pohon Natal. Lantas menunjuk ke apa?

Perhatikan, Yeremia 10:2-6 adalah bagian dari Yeremia 10: 1-8. Kata “berhala” pada ayat 5 merujuk pada dewa Baal pada ayat 8.

1. Dengarlah firman yang disampaikan ALLAH kepadamu, hai kaum Israel!

2. ALLAH berfirman begini: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya.

3. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu?

4. Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang.

5. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baikpun tidak dapat.”

6. Dan mereka tidak lagi bertanya: Di manakah ALLAH, yang menuntun kita keluar dari tanah Mesir; yang memimpin kita di padang gurun, di tanah yang tandus dan yang lekak-lekuk, di tanah yang sangat kering dan gelap, di tanah yang tidak dilintasi orang dan yang tidak didiami manusia?

7. Aku telah membawa kamu ke tanah yang subur untuk menikmati buahnya dan segala yang baik dari padanya. Tetapi segera setelah kamu masuk, kamu menajiskan tanah-Ku; tanah milik-Ku telah kamu buat menjadi kekejian.

8. Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah ALLAH? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna. (Yeremia 10:1-8)

Kata "berhala" merujuk ke dewa Baal.
Kata “berhala” merujuk ke dewa Baal.

Perhatikan yang diberi warna merah pada ayat 5 dan 8 di atas. Jelas kan? Kata “berhala” di sini merujuk ke dewa Baal, bukan ke pohon Natal. Pohon Natal baru dikenal abad 11 Masehi. Sedangkan ayat ini turun sekitar abad 7 SM.

Festival Cahaya Natal
Festival Cahaya Natal

Disinformasi tersebut dilakukan dengan cara menyembunyikan ayat 8, kemudian memanipulasi makna kata “berhala” seolah-olah merujuk ke pohon Natal. Dari metodenya saja, kita tahu bahwa umat yang tersebut dalam disinformasi itu bukan umat Al-Masih, apalagi kontras dengan sabda Isa Al-Masih “Katakan ya, bila memang ya; tidak bila memang tidak.”

Simpulan

  1. Yeremia 10: 1-8 mengisahkan tentang dewa Baal dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan pohon Natal yang awalnya properti drama Firdaus abad 11 M.
  2. Disinformasi tersebut dilakukan dengan menyembunyikan ayat 8, sehingga kata “berhala” pada ayat 5 dapat dimanipulasi/ diplesetkan, seolah-olah merujuk ke pohon Natal.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s