Kontradiksi semu: perawan atau perempuan muda

Disinformasi

Kata “Perawan” pada Yesaya 7: 14 dapat kita temukan di terjemahan King James Version telah diganti dengan kata “a young woman – perempuan muda” dalam terjemahan Revised Standard Version. Kata “perempuan muda” ini memang lebih cocok terjemahannya dari kata bahasa Ibrani “Almah”. Almah adalah kata yang selalu muncul di setiap Bibel yang berbahasa Ibrani, bukan “Bethulah” yang berarti “perawan”.

Therefore the Lord himself shall give you a sign: Behold, a Virgin shall conceive, and bear a son, and shall call his name Immanuel.” (Isaiah 7 :14, terjemahan King James Version)

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: sesungguhnya seorang perawan akan me­ngandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia akan menamakan Imanuel. (Yesaya 7 : 14)

Sebenarnya….

Perawan.

Mari simak nalar bahwa “perawan” adalah terjemahan yang lebih tepat ketimbang terjemahan “perempuan muda”.

Uraian

Kata yang dipermasalah adalah kata עַלְמָה ‘`alәmāh’, yaitu: mengapa עַלְמָה ‘`alәmāh’ dan bukannya בְּתוּלָה ‘bәtûlāh’ kalau memang yang dimaksud adalalah seorang perawan.

Kata בְּתוּלָה ‘bәtûlāh’ berarti

  1. perawan
  2. seorang yang hidup terpisah di rumah ayahnya sebagai seorang perawan

Kata בְּתוּלָה ‘bәtûlāh’ “perawan” dalam makna ini hanya dikenakan kepada para wanita yang belum menikah atau tidak menikah, misalnya saja dalam Imamat 21:14. Setelah menikah, dia tidak lagi disebut בְּתוּלָה ‘bәtûlāh’, andai pun dia masih perawan. Kata בְּתוּלָה ‘bәtûlāh’ merujuk kepada perempuan yang belum menikah atau yang tidak menikah dan yang belum pernah bersetubuh.

Diagram waktu untuk kata בְּתוּלָה ‘bәtûlāh’ ini adalah sebagai berikut:

Diagram waktu makna betulah ini mengilustrasikan, sebutan betulah pada perempuan berhenti pada saat dia bersetubuh atau menikah, sekalipun  tidak bersetubuh dalam pernikahan itu.
Diagram waktu makna betulah ini mengilustrasikan, sebutan betulah pada perempuan berhenti pada saat dia bersetubuh atau menikah, sekalipun tidak bersetubuh dalam pernikahan itu.

Saat Maria melahirkan Isa, Maria telah menikah dengan Yusuf. Maka, Maria bukan  בְּתוּלָה ‘bәtûlāh’ karena dia telah menikah, walau pun Maria masih perawan saat melahirkan Isa Al-Masih, yang kita peringati setiap Natal 25 Desember.

Kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi Maria itu tercantum dalam Yesaya 7:14, yaitu: עַלְמָה ‘`alәmāh’. Makna leksikal kata עַלְמָה ‘`alәmāh’ adalah:

  1. Perawan
  2. Wanita muda, gadis
  3. Gadis yang berada pada usia menikah
  4. Wanita muda yang baru menikah
  5. Tidak ada contoh kasus kata ini digunakan untuk menyebut gadis yang tidak perawan

Walaupun sudah menikah, kalau masih perawan, maka perempuan tersebut masih dapat disebut עַלְמָה ‘`alәmāh’. Diagram waktu untuk menggambarkan kata ini adalah sebagai berikut:

Sekalipun telah menikah, kalau belum bersetubuh, maka perempuan masih almah (perawan).
Sekalipun telah menikah, kalau belum bersetubuh, maka perempuan masih עַלְמָה ‘`alәmāh’ (perawan).

Pada sekitar abad 2 SM, atau sekitar 200 tahun sebelum kelahiran Isa Al Masih, 72 tua-tua Israil menterjemahkan Alkitab bahasa Ibrani ke dalam bahasa Yunani. Alkitab ini dikenal dengan nama Septuaginta atau LXX. Ratusan tahun sebelum kelahiran Isa Al Masih, para tua-tua Israil tersebut menterjemahkan kata עַלְמָה ‘`alәmāh’ dengan kata παρθενος ‘parthenos’.

δια τουτο δωσει κυριος αυτος υμιν σημειον ιδου η παρθενος εν γαστρι εξει και τεξεται υιον και καλεσεις το ονομα αυτου εμμανουηλ

dia tūto dōsī kurios awtos humin sēmīon idū he parthenos en gastri eksī kay teksetay vion kay kalesīs to onoma awtū emmanūēl

Arti kata παρθενος ‘parthenos’ adalah perawan.

Bandingkan kata παρθενος ‘parthenos’ yang digunakan oleh 72 tetua Israil itu dengan kata παρθενος ‘parthenos’ yang digunakan dalam Matius 1: 23:

ιδου η παρθενος εν γαστρι εξει και τεξεται υιον και καλεσουσιν το ονομα αυτου εμμανουηλ ο εστιν μεθερμηνευομενον μεθ ημων ο θεος

idū hē parthenos en gastri eksī kay teksetay vion kay kalesūsin to onoma awtū emmanūēl ho estin methermēniuomenon meth hēmōn ho theos (Injil, Matius 1:23)

Simpulan

  1. Sesuai dengan Septuaginta dan Textus Receptus, terjemahan yang tepat untuk menggambarkan kondisi Maria adalah kata παρθενος ‘parthenos’ “perawan” dengan nuansa makna perempuan yang berusia muda (bukan perawan tua) dalam makna עַלְמָה ‘`alәmāh’, bukan dalam makna בְּתוּלָה ‘bәtûlāh’.
  2. Teknik produksi disinformasi: memanfaatkan celah terjemahan.

 

Iklan

One thought on “Kontradiksi semu: perawan atau perempuan muda”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s