Patrilinealisme: Bila adanya anak perempuan tanpa anak laki-laki

Masyarakat Israel kuno menganut sistem kekerabatan patrilineal, di mana anak laki-laki sulung meneruskan silsilah/ klan ayahnya. Pertanyaannya, bagaimaan bila suatu keluarga tidak punya anak laki dan hanya ada anak perempuan saja?

Anak perempuan itu dapat melanjutkan silsilah keluarga sebelum perempuan itu menikah.

Dan kepada orang Israel engkau harus berkata: Apabila seseorang mati dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka haruslah kamu memindahkan hak atas milik pusakanya kepada anaknya yang perempuan. (Bilangan 27:8)

Silsilah keluarga/ klan termasuk dalam pusaka keluarga itu.

Bilangan 36: 8-9 menyebutkan bahwa perempuan yang tidak mempunyai saudara kandung laki-laki dan yang memegang pusaka keluarga hanya diizinkan menikah dengan pria yang satu suku dengan ayahnya.

8  Jadi setiap anak perempuan di antara suku-suku orang Israel yang telah mewarisi milik pusaka, haruslah kawin dengan seorang dari salah satu kaum yang termasuk suku ayahnya, supaya setiap orang Israel mewarisi milik pusaka nenek moyangnya.

9  Sebab milik pusaka itu tidak boleh beralih dari suku ke suku, tetapi suku-suku orang Israel haruslah masing-masing memegang milik pusakanya sendiri.” (Bilangan 36:8-9)

Penyebab anak perempuan penerus keluarga hanya boleh menikah dengan pria satu suku adalah agar milik pusaka tidak berpindah ke suku lainnya. Misal, marga A tergolongan suku Yahudi. Perempuan penerus marga suku A harus menikah dengan orang dari suku Yahudi pula, tidak boleh dengan suku lain (misal, suku Lewi), agar klan/ marga A tersebut tetap termasuk suku Yahudi, bukan kemudian beralih jadi anggota suku Lewi.

Tersirat dalam aturan ini, pusaka keluarga perempuan jatuh pada suami dari si perempuan itu pada saat perempuan pemegang pusaka itu menikah. Dengan demikian, menantu laki-laki dari perempuan penerus klan menjadi anak laki-laki ayah istrinya, sekalipun hanya anak mantu, bukannya anak kandung, karena dia lah yang memegang pusaka keluarga yang semula milik perempuan pemegang pusaka keluarga.

Karena itu, anak mantu yang memikul pusaka keluarga ayahnya dan ayah istrinya masuk ke dalam silsilah klannya dan klan istrinya dan disebut “anak”, sebab dialah yang mengemban pusaka melanjutkan silsilah klan keluarga istrinya.

Patrilinealisme Ibrani kuno pada saat hanya ada anak perempuan saja tanpa ada anak laki-laki.
Patrilinealisme Ibrani kuno pada saat hanya ada anak perempuan saja tanpa ada anak laki-laki.

Bila kemudian keluarga itu punya anak-anak, maka anak laki-laki yang sulung itu mewarisi hak kesulungan dari klan ayah dan hak kesulungan dari klan ibu. Anak sulung tersebut dapat memindahkan hak kesulungan untuk melanjutkan klan ayah atau klan ibu, bila ia punya adik laki-laki. Karena itu, kita dapat melihat dalam Alkitab, satu nama laki-laki dapat mempunyai 1 anak yang melanjutkan klan ayahnya dan 1 anak lagi yang melanjutkan klan ibunya; sementara dia sendiri seolah-olah punya 2 bapak karena dia memegang 2 hak kesulungan untuk melanjutkan klan leluhur, yaitu:

  1. hak kesulungan dia sendiri dari klan ayahnya untuk melanjutkan klan ayahnya.
  2. hak kesulungan dari klan ayah istrinya untuk melanjutkan klan ayah istrinya.

Kita, umat Al-Masih, perlu mengetahui hal ini, sebab ini sebab Yusuf masuk ke dalam silsilah klan keluarga Maria dan disebut “Yusuf anak Eli“. Dengan begitu, hal ini berkaitan erat dengan kisah Natal.

Iklan

One thought on “Patrilinealisme: Bila adanya anak perempuan tanpa anak laki-laki”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s