Apa dalil kidung Natal dan menyanyi bersama dalam Natal?

Disinformasi

Sebagai bagian dari perayaan pagan tersebut, masyarakat … menyanyi bersama… Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal.1

Sebenarnya….

Tradisi menyanyikan Kidung Natal atau lagu Natal, baik secara bersama maupun secara sendirian, meneladani para malaikat dan para gembala yang memuji Allah menyambut kelahiran Isa Al-Masih alias Yesus Kristus.

13  Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
14  “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (Lukas 2: 13-14)

Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. (Lukas 2: 20)

Ayat tersebut mengisahkan bahwa tradisi menyanyikan Kidung Natal diawali oleh malaikat, diteladani oleh para gembala, lalu teladan para malaikat dan gembala itu diteladani oleh umat Al-Masih.

 

Ilustrasi: para malaikat menyanyikan Kidung Natal menyambut kelahiran Isa Al-Masih (Yesus Kristus). Contoh ini lantas ditiru oleh para gembali. Selanjutnya, umat Al-Masih meneladani mereka.
Ilustrasi: para malaikat menyanyikan Kidung Natal menyambut kelahiran Isa Al-Masih (Yesus Kristus). Contoh ini lantas ditiru oleh para gembali. Selanjutnya, umat Al-Masih meneladani mereka.

Ini berarti, tradisi menyanyikan Kidung Natal dimulai sejak 25 Desember 5 SM dan tradisi tersebut tidak berasal dari perayaan pagan Romawi. Nyanyian para malaikat dan para gembala tidak berhubungan sama sekali dengan perayaan pagan.

Disinformasi tersebut diproduksi dengan mengabaikan ayat-ayat Injil dan menganggap opini seolah fakta.

Simpulan

  1. Tradisi menyanyikan Kidung Natal atau Lagu Natal, baik secara sendirian maupun secara bersamaan, dilakukan dengan meneladani contoh yang diberikan oleh para malaikat dan para gembala yang tercantum dalam Injil Matius 2: 13-14 dan Lukas 2: 20.
  2. Tradisi menyanyi memuji Tuhan bukan berasal dari pagan.
  3. Teknik produksi disinformasi: mengabaikan ayat Injil, opini tanpa bukti diperlakukan seolah kenyataan.

Bibliografi

1http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_budaya_Natal; akses 2/5/2015 18:30

Iklan

2 thoughts on “Apa dalil kidung Natal dan menyanyi bersama dalam Natal?”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s