Hidangan Natal

Hidangan Natal adalah hidangan sehat yang disajikan kepada tamu dalam masa Natal. Alkitab tidak menyebutkan secara spesifik makanan dan minuman apa yang harus dihidangkan. Karena itu, tuan rumah menyediakan makanan dan minuman sesuai dengan lidah masyarakatnya untuk menjamu keluarga, tamu, kerabat, atau pun tetangga yang datang.

Berbagai komunitas manusia di bumi ini mempunyai pandangan universal bahwa hari istimewa dirayakan dengan hidangan istimewa. Mari amati, penganut agama dan kepercayaan apa pun merayakan hari besar agamanya dengan hidangan istimewa. Begitu pula hari istimewa pernikahan dalam suku dan bangsa apa pun juga dimeriahkan dengan hidangan istimewa.

Pandangan universal semacam ini bukan hanya terjadi pada jaman sekarang. Alkitab menceritakan kisah-kisah dari era ribuan tahun sebelum Masehi juga menyajikan hidangan istimewa pada hari istimewa pula. Misal, pada sekitar tahun 2000 SM Abraham mengadakan jamuan makan istimewa pada hari istimewa disapihnya Is’haq.

Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu. (Kejadian 21: 8)

Isa Al-Masih menyajikan minuman dengan rasa istimewa saat perjamuan pernikahan di Kanna.

 dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” (Yohanes 2: 10)

Di sini kita melihat pola berpikir: hari istimewa dirayakan dengan hidangan yang istimewa pula.

Terkait dengan hidangan Natal

Natal adalah hari istimewa, karena itu makanan dalam hari Natal juga makanan istimewa.

Pandangan tersebut mengakibatkan khazanah ragam hidangan Natal sangat berlimpah ruah sebanyak ragam suku, bangsa, budaya, dan negara yang ada di planet bumi ini di mana ada orang yang merayakan Natal.

Di Indonesia saja, ragam hidangan Natal sudah sebanyak jumlah suku dan sub-suku di Indonesia, kira-kira 2.000 buah.

Hidangan Natal di Papua: babi bakar. Ini berbeda dengan masyarakat Jawa Tengah, dimana hidangan istimewa untuk jamuan Natal adalah opor ayam dan opor sapi.
Hidangan Natal di Papua: babi bakar. Ini berbeda dengan hidangan istimewa Natal di Jawa Tengah, dimana hidangan istimewa adalah opor ayam dan opor sapi (bagi yang mampu secara finansial). Berbeda pula dengan hidangan istimewa Natal dalam masyarakat Karo, yaitu: ikan. Sungguh kaya sekali khazanah ragam hidangan Natal itu! Mengagumkan….

Hidangan istimewa Natal hendaklah hidangan yang sehat dan tidak merugikan kesehatan manusia, harganya terjangkau, dan, sekalipun istimewa, namun tetap merakyat.

Kekayaan tradisi hidangan Natal ini menarik untuk diangkat jadi tulisan. Semoga ke depan nanti, blog ini juga dapat menampilkan tema makanan Natal dari berbagai penjuru dunia.

 

Iklan

One thought on “Hidangan Natal”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s