Kebiasaan pagan bukan asal kebiasaan perayaan Natal

Disinformasi

Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun 336 Sesudah Masehi pada kalender Romawi kuno, yaitu pada tanggal 25 Desember. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan Kristen) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, masyarakat menyiapkan makanan khusus, menghiasi rumah mereka dengan daun-daunan hijau, menyanyi bersama dan tukar-menukar hadiah. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal.1

Sebenarnya….

Catatan tertua ekstra biblikal yang masih bertahan mengenai Natal berasal dari ratusan tahun sebelum tahun 336 Masehi.

Contoh:

Sementara itu, perayaan pagan yang dimaksud diinstitusikan oleh Aurelian tahun 274 Masehi.

Selanjutnya kita buat urutan kronologis:

  1. 70 Masehi: Catatan tentang peringatan/ perayaan Natal dari Clement Romanus I.
  2. 168 Masehi: Catatan tentang peringatan/ perayaan Natal dari Theofilus.
  3. 225 Masehi: Catatan tentang peringatan/ perayaan Natal dari Hippolytus.
  4. 274 Masehi: Aurelian menginstitusikan perayaan pagan.

Disinformasi tersebut berlawanan dengan bukti ekstra biblikal. Bila bukti intra-biblikal dimasukkan ke dalam daftar tersebut, maka jadi demikian:

  1. 5 Sebelum Masehi: Isa/ Yesus lahir. Malaikat dan gembala merayakan kelahiran Isa. Inilah Natal pertama kali dirayakan.
  2. Sekitar 66 Masehi: Catatan tentang peringatan Natal pada masa generasi pertama umat Al-Masih masih hidup.
  3. 70 Masehi: Catatan tentang peringatan/ perayaan Natal dari Clement Romanus I.
  4. 168 Masehi: Catatan tentang peringatan/ perayaan Natal dari Theofilus.
  5. 225 Masehi: Catatan tentang peringatan/ perayaan Natal dari Hippolytus.
  6. 274 Masehi: Aurelian menginstitusikan perayaan pagan.

Bukti-bukti menunjukkan bahwa perayaan pagan diinstitusikan ratusan tahun setelah Natal.

Disinformasi itu diproduksi dengan cara begini:

Disinformasi tersebut berusaha meyakinkan publik bahwa berjalan dengan tangan dan kepala di bawah itu normal.
Disinformasi tersebut berusaha meyakinkan publik bahwa berjalan dengan tangan dan kepala di bawah itu normal.
  1. Menyiratkan bahwa perayaan pagan telah dirayakan sebelum perayaan Natal. Sejarah mencatat Aurelian menginstitusikan perayaan dewa matahari tahun 274 Masehi.
  2. Menyatakan Natal pertama baru dirayakan tahun 336 M. Pernyataan ini berlawanan dengan fakta dan mengabaikan bukti-bukti dari abad 1-3 Masehi bahwa Natal telah diperingati/ dirayakan sebelum tahun 336 M.
  3. Opini tentang bagaimana perayaan pagan tersebut berlangsung.
  4. Menggunakan non causa pro causa, yaitu sesat nalar di mana 2 peristiwa yang terjadi berturutan dinyatakan punya hubungan sebab-akibat. Sesat nalar ini digunakan untuk menyatakan bahwa Natal berasal dari pagan.

Teknik non causa pro causa menyebabkan disinformasi lebih lanjut:

 Disinformasi  Kenyataan
Hidangan Natal berasal dari pagan Romawi Hidangan Natal dari tradisi universal yang ada di setiap kelompok manusia di berbagai penjuru dunia pada segala jaman.
Pohon Natal berasal dari pagan Romawi Pohon Natal itu mainan anak yang asalnya dari properti drama Firdaus (Paradise Play)
Menyanyi bersama berasal dari pagan Romawi Menyanyi Kidung Natal dan menyanyi bersama memuji Tuhan asalnya dari meneladani para malaikat dalam Lukas 2: 13-14
Saling memberi hadiah berasal dari pagan Romawi Saling memberi hadiah Natal berasal dari Injil, yaitu ayat tentang hadiah Natal dan ayat tentang saling memberi.

 

Simpulan

  1. Bukti menunjukkan, Natal telah diperingati dan dirayakan ratusan tahun sebelum perayaan pagan diinstitusikan oleh Aurelian pada tahun 274 Masehi.
  2. Bukti tentang perayaan Natal dari tahun 336 bukan bukti pertama mengenai perayaan Natal.
  3. Teknik produksi disinformasi:
    1. mengabaikan bukti-bukti dari era sebelum tahun 336 M.
    2. mengasumsikan bukti tahun 336 M sebagai bukti pertama.
    3. menggunakan sesat nalar non causa pro causa

 


Bibliografi

1http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_budaya_Natal; akses 5/5/2015 15:04

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s