Para pendiri Protestantisme tentang Natal 25 Desember

Disinformasi

Pada masa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah.1

Sebenarnya….

Pada kenyataannya, para bapak pendiri mazhab Protestantisme memperingati, merayakan, dan memelihara Natal 25 Desember.

  1. Martin Luther (1483-1546)
    Martin Luther memperingati/ merayakan Natal, bahkan dia menyampaikan khotbah Natal pada hari Natal 25 Desember 1530.2 Martin Luther bahkan menyebut “Hari ini, Kristus lahir” sebanyak 3 kali dalam khotbahnya itu.

    Martin Luther dan keluarga saat Natal abad 16 Masehi.
    Martin Luther dan keluarga saat Natal abad 16 Masehi.
  2. William Tyndale (1494-1536)
    William Tyndale menyebut hari Natal sebagai “holy days” (pada tahun tersebut, kata ‘holy days’ berarti: hari-hari yang kudus) dan menyebutnya sebagai “hari yang mengobarkan iman”3
  3. Ulrich Zwingli (1484-1531)
    Ulrich Zwingli mengajarkan, semua hari raya dihapuskan kecuali Natal, Jumat Agung, Paskah, dan Pentakosta.4
  4. John Calvin (1509-1564)
    John Calvin secara eksplisit menyatakan memelihara Natal seperti yang biasa dilakukan orang.5 Kebiasaan pada masa itu, Natal dirayakan pada tanggal 25 Desember. Maka, Calvin pun memelihara Natal 25 Desember. Ini di kemudian hari jadi titik pembeda antara Calvinist dan Puritan. (Puritan dianggap mengikuti Calvin. Faktanya, Calvin memelihara Natal 25 Desember, sedangkan Puritan menolak Natal 25 Desember. Kontras. Maka, Puritan bukan Calvinist.)

Klaim dan gambaran bahwa para pendiri Protestantisme itu anti-Natal 25 Desember ternyata bertentangan dengan bukti-bukti sejarah yang bertahan hingga saat ini. Pada abad 16 dimana Protestantisme lahir, opini bahwa Natal berasal dari pagan belum populer, walau sudah ada. Opini ini mulai menyeruak pada abad 17, tepatnya tahun 1687, dalam buku “A Testimony” Bab III paragraf 16 dan dipopulerkan ke seluruh dunia oleh Paul Ernst Jablonski pada abad 18 Masehi.

Mengenai dasar keagamaan yang sah untuk perayaan Natal, silakan simak dalam “Perintah untuk merayakan dan memperingati Natal“.

Simpulan

  1. Para Bapak Pendiri mazhab Protestantisme memelihara, memperingati, dan merayakan Natal, seperti yang biasa dilakukan orang.
  2. Teknik produksi disinformasi:
    1. Opini tanpa bukti
    2. Mengabaikan bukti
    3. Klaim tanpa dasar

Bibliografi

1http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_budaya_Natal; akses 5/5/2015 20:46

2http://www.mcm.edu/~eppleyd/Luther%27s%20Christmas%20sermon,%201530.html; akses 5/5/2015 1931.

3http://id.scribd.com/doc/208293505/Did-William-Tyndale-Celebrate-Christmas#scribd; akses 5/5/2015 20:12

Tyndale called Christian festivals not heathenism, but holy, and also “sacramental” because “they stir up our weak faith.” Further, Tyndale did not hesitate to call Christmas ‘Christmas’….

4http://www.christianchronicler.com/history1/zwinglian_revolt.html; 5/5/2015 20:24

5http://www.rbvincent.com/BibleStudies/calvinxmas.htm; akses 5/5/2015 20:34

Since my recall, I have pursued the moderate course of keeping Christ’s birth-day as you are wont to do.

6http://www.covenanter.org/IMather/increasemathertestimony.htm; akses 6/5/2015 1:19

It was in compliance with the Pagan Saturnalia that Christ-mass Holy-days were first invented. The manner of Christ-mass-keeping, as generally observed, is highly dishonourable to the Name of Christ.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s