Sebab pelarangan Natal di Inggris dan AS abad 17 M

Disinformasi

Pada tahun 1600-an, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di Inggris dan banyak koloni Inggris di Amerika.

Sebenarnya….

Pelarangan Natal di Inggris dan Amerika Serikat pada abad 17 Masehi bukan disebabkan oleh perasaan tidak enak, melainkan disebabkan oleh 5 hal, yaitu:

  1. Antipati kepada Katolikisme
  2. Anggapan keliru bahwa Natal 25 Desember itu dari Saturnalia
  3. Puritanisme tidak membedakan antara:
    1. Tradisi Inti Natal atau Tradisi Natal
    2. Tradisi Pemeriah Natal.
  4. Sesat nalar komposisi
  5. Plesetan nalar: “penyimpangan terhadap Tradisi Natal” ditarik jadi “Tradisi Natal adalah penyimpangan”

Uraian

Tradisi inti Natal itu tradisi Natal yang sebenarnya, seperti, berdoa, memuji Tuhan, penyampaian firman Allah mengenai kelahiran Isa/ Yesus, ibadah.

Sementara itu, Tradisi Pemeriah Natal adalah tradisi yang dilekatkan atau didomplengkan ke Natal untuk memeriahkan Natal. Contohnya, hidangan Natal, mainan Natal, kesenian Natal, pesta rakyat, dsb. Tradisi Pemeriah Natal ini rawan terjadi penyimpangan.

Permasalahan terjadi ketika para pendiri aliran Puritanisme memandang, penyimpangan dari Tradisi Pemeriah Natal itu sebagai Tradisi Natal.

More mischief is that time committed than in all the year besides … What dicing and carding, what eating and drinking, what banqueting and feasting is then used … to the great dishonour of God and the impoverishing of the realm.1

The generality of Christmas-keepers observe that festival after such a manner as is highly dishonourable to the name of Christ. How few are there comparatively that spend those holidays (as they are called) after an holy manner. But they are consumed in Compotations, in Interludes, in playing at Cards, in Revellings, in excess of Wine, in mad Mirth2

Di sini nampak bahwa pelarangan peringatan/ perayaan Natal berkaitan dengan sesat nalar komposisi, di mana sebagian pelaku menyimpangkan perayaan Natal, maka dianggap semua orang yang merayakan Natal juga melakukan penyimpangan itu.

Pula, terdapat plesetan nalar, di mana “penyimpangan terhadap Tradisi Pemeriah Natal” diplesetkan jadi “Tradisi Natal adalah penyimpangan”.

Ilustrasi: Kaum Puritan abad 17 M menghukum orang-orang yang memperingati dan merayakan kelahiran Yesus/ Isa.
Ilustrasi: Kaum Puritan abad 17 M menghukum orang-orang yang memperingati dan merayakan kelahiran Yesus/ Isa.

Belajar dari sejarah Natal di Inggris dan Amerika Serikat ini, kita dapat memproyeksikan bahwa target dari kampanye anti-Natal di Indonesia adalah pelarangan perayaan Natal menggunakan undang-undang, seperti yang pernah terjadi di Inggris dan Amerika Serikat pada abad 17 Masehi.

Simpulan

Pertama, pelarangan Natal di Inggris dan Amerika Serikat pada abad 17 Masehi bukan disebabkan oleh perasaan tidak enak, melainkan disebabkan oleh 5 hal, yaitu:

  1. Antipati kepada Katolikisme
  2. Anggapan keliru bahwa Natal 25 Desember itu dari Saturnalia
  3. Puritanisme tidak membedakan antara:
    1. Tradisi Inti Natal atau Tradisi Natal
    2. Tradisi Pemeriah Natal.
  4. Sesat nalar komposisi
  5. Plesetan nalar: “penyimpangan terhadap Tradisi Natal” ditarik jadi “Tradisi Natal adalah penyimpangan”

Kedua, target dari kampanye masif anti-Natal adalah pelarangan Natal menggunakan undang-undang.


Bibliografi

1http://www.olivercromwell.org/faqs4.htm; akses 6/5/2015 00:28

2http://topinfopost.com/2013/12/27/christmas-was-banned-in-17th-century-england; akses 6/5/2015 00:38

3http://www.covenanter.org/IMather/increasemathertestimony.htm; akses 6/5/2015 1:19

It was in compliance with the Pagan Saturnalia that Christ-mass Holy-days were first invented. The manner of Christ-mass-keeping, as generally observed, is highly dishonourable to the Name of Christ.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s