Drama Firdaus: persiapan

Latihan drama Firdaus di desa Oberufer pada abad 19 Masehi dimulai setelah masa panen selesai, setelah semua pekerjaan mereka di lahan pertanian mereka tuntaskan. Itu berarti, latihan dimulai pada akhir musim gugur atau pada awal musim dingin.

Waktu latihan ini berkaitan dengan profesi mereka sebagai petani. Sebelum musim panen selesai, mereka sedang sibuk-sibuknya di lahan pertanian masing-masing, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan persiapan menyambut Natal.

Selama masa latihan hingga selesainya pementasan drama Natal, para pemain punya tradisi moral untuk menjadi contoh bagi masyarakat sekitarnya mengenai bagaimana kehidupan yang baik dan terhormat. Mereka yang terlibat drama ini berusaha sesuai kemampuan masing-masing untuk tidak mengunjungi kedai minuman keras dan tidak menyanyikan lagu-lagu duniawi yang mengandung unsur mesum, cabul, atau jorok.

Drama abad pertengahan ini berbentuk mirip dengan apa yang di Indonesia disebut sebagai opera. Dialog dinyanyikan dan berupa lagu. Lagu-lagu yang dilantunkan dalam drama itu diwariskan secara turun-temurun melalui jalur keluarga. Jadi, setiap keluarga mempunyai peran yang khas dalam drama itu. Tidak ada naskah drama lengkap sebagai satu kesatuan, seperti yang kita jumpai pada naskah drama modern. Yang ada, naskah itu terpencar-pencar di setiap keluarga yang berbeda, sesuai dengan peran yang dimainkan oleh keluarga tersebut. Itu pun tidak selalu ada, karena pada masa lalu tidak semua orang dapat baca tulis. Ada dialog/ lagu yang diwariskan secara lisan. Upaya mengumpulkan folklore ini dan menjadikannya sebagai satu naskah drama ala modern baru dilakukan oleh seorang pakar Sastra bernama Karl Julius Schröer pada sekitar pertengahan abad 19 Masehi.

Usai masa latihan beres, maka drama ini siap dipentaskan. Namun, sebelum pentas dimulai, lebih dulu dilakukan pawai drama Natal atau parade Natal oleh semua orang yang terlibat dalam pementasan drama tersebut.


Bibliografi

1Christmas play from Oberufer; akses 9/5/2015 13:00

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s