Natal Kristus versus Kelahiran Dewa Matahari Roma

Disinformasi

Tanggal 25 Desember diakui oleh kebudayaan pagan sebagai hari raya kelahiran Dewa Matahari. Tanggal 25 Desember diadopsi untuk kristenisasi dengan memanfaatkan hari raya mereka dan menggabungkan tanggal dan ritual mereka ke dalam hari raya Kristen, untuk mempermudah kristenisasi itu.

Sebenarnya….

Disinformasi itu bertentangan dengan bukti.

Bukti mana saja?

  1. Kelahiran matahari pada abad 1-5 M tidak terjadi pada tanggal 25 Desember, melainkan terjadi tanggal 19-23 Desember (lihat “Daftar titik balik matahari bulan Desember (Winter Solstice), Roma abad 1-4 M” dan “Winter Solstice abad 5 Masehi berlangsung tanggal 19-20 Desember“)
  2. Kotbah Natal pada abad 5 Masehi menentang praktek perayaan pagan dan menunjukkan kesalahannya. (lihat “Paus Leo 1 (360-461) mengkontra perayaan Sol“)
  3. Dalil Alkitab dan bukti sejarah dari abad 1-3 Masehi yang menunjukkan Natal berasal dari Alkitab.

Simpulan

  1. Tuduhan bahwa Natal berasal dari pagan bertentangan dengan bukti-bukti. Tuduhan itu adalah fitnah.
  2. Bukti menunjukkan, perayaan Natal (25 Desember) dan Perayaan Kelahiran Dewa Matahari Romawi (19-23 Desember pada abad 1-5 M) berlangsung pada tanggal berbeda.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s