Perempuan tertua yang melahirkan dengan selamat

70-year-old woman becomes world’s oldest mother – NY Daily News.

Omkari Panwar rests in a hospital with husband Charan Singh Panwar at her side after giving birth to twins (below).
Omkari Panwar ditemani suaminya, Charan Singh Panwar, setelah melahirkan bayi kembar.

 

Dia sudah cukup tua untuk menjadi nenek buyut bagi anak kembarnya yang baru lahir.

Seorang wanita India berusia 70 tahun telah menjadi ibu tertua yang melahirkan prematur bayi kembar, laki-laki dan perempuan, dengan berat masing-masing 907 gram.

“Jadi ibu tertua yang melahirkan tidak berarti apa-apa buat saya,” kata Omkari Panwar setelah melahirkan. “Saya hanya ingin melihat dan merawat mereka selama saya masih bisa.”

Charan Singh Panwar, ayah bayi kembar itu, telah berusia 77 tahun. Dia sebelumnya adalah seorang petani. Demi dapat membayar biaya perawatan fertilisasi in vitro, dia menjual hartanya dan menguras tabungannya, agar istrinya dapat mengandung anak laki-laki.

Langkah tersebut adalah taruhan untuk menghasilkan anak laki-laki, pewaris pertanian mereka..

“Kami berdoa kepada Tuhan, mengunjungi orang-orang suci dan berziarah ke tempat-tempat religius untuk berdoa memohon ahli waris, ” katanya. “Perawatan ini memang mahal, tapi sebanding dengan kelahiran putra saya. Saya bisa mati dengan tenang sebagai pria yang bahagia dan bapak yang bangga,” katanya setelah dokter mengumumkan kedua bayinya cukup kuat untuk bertahan hidup.

Pasangan itu sebelumnya sudah punya dua anak perempuan dan lima orang cucu. “Saya pernah melahirkan dulu, jadi saya tahu apa yang kira-kira akan terjadi,” kata Omkari setelah pulih di rumah gubuk salah seorang anak perempuannya.

“Kadang, kita harus menghadapi rasa sakit ketika mengharapkan sesuatu yang baik. Yang penting buat saya sekarang, anak-anak saya sehat semua.

 

Omkari Panwar rests in a hospital with husband Charan Singh Panwar at her side after giving birth to twins (below). Bayi kembar dari pasangan lansia.

 

“Anak perempuan saya mendapat adik laki-laki, saya dan suami saya dapat ahli waris – itulah yang kami semua inginkan.”

Para dokter di Muzaffarnagar, tujuh jam naik kendaraan ke arah utara New Delhi, mengetakan, mereka melakukan operasi darurat untuk menyelamatkan nyawanya. Mereka pada awalnya tidak percaya dia hamil.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s