Apakah tradisi Natal berasal dari budaya pagan?

Soal

Apakah tradisi Natal berasal dari budaya pagan?

Jawab

Lihat contoh-contoh di bawah ini beserta klasifikasinya!

A. Tradisi Natal

Tradisi Natal adalah jantung dari Natal. Tradisi Natal itu tentang Isa Al-Masih/ Yesus Kristus yang lahir di dunia ini.

Contoh:

  1. Menyanyi lagu Natal (Lukas 2: 13-14, 20)
  2. Kisah Natal (Matius 1-2 dan Lukas 1-3)
  3. Merenungkan Natal (Luke 2: 19)
  4. Mengingat/ memperingati kisah Natal yang dikisahkan oleh Alkitab (2 Timotius 2: 8)
  5. Festival cahaya Natal (berasal dari Yohanes 1: 9 dan Hanukkah)
  6. Pekan Natal (tradisi waktu dalam Alkitab untuk merayakan hari raya)
  7. Kebaktian Natal atau misa Natal (Lukas 2: 13-14)
  8. Hadiah Natal (meneladani Yohanes 3:16). Misal, bakti sosial.
  9. Berdoa
  10. Sukacita yang surgawi (Lukas 2: 13-14, 20), bukan yang duniawi.
  11. Salam damai sejahtera Natal (Luke 2: 14)

Tradisi Natal itu tradisi tentang kelahiran Yesus Kristus atau Isa Al-Masih ke dunia ini. Tradisi ini tidak berasal dari budaya pagan. Lihat contoh-contoh di atas. Apakah tradisi Natal berasal dari budaya pagan? Tidak. Lihat contoh-contoh di atas.

B. Tradisi Pemeriah Natal

Tradisi Pemeriah Natal meliputi kebiasaan apa pun yang didomplengkan ke Natal dengan beragam motif. Tradisi ini sering disebut “Natal sekuler”.

Contoh:

  1. Mainan anak yang populer selama Natal, misal, Pohon Natal (berasal dari properti drama Firdaus)
  2. Sinterklas (berasal dari St. Nicholas, bishop Myra)
  3. Hidangan Natal.
  4. Baju yang dihubung-hubungkan dengan Natal, misal, topi tidur merah-putih, piyama, sepatu boots yang dipopulerkan oleh Sinterklas versi bisnis.
  5. Kesenian yang mengisahkan Natal atau yang paralel dengan nilai-nilai Natal, misal, puisi Natal, drama Natal, lagu Natal sekuler, dsb.
  6. Pesta rakyat (folk festival)
  7. Diskon Natal (Ini umumnya tidak terkait dengan tradisi Natal, hanya memanfaatkan momen Natal untuk cuci gudang pada akhir tahun)
  8. Belanja Natal (perilaku ini dimotivasi oleh diskon Natal)
  9. Tunjangan Hari Raya Natal
  10. Adat dan kebiasaan pribumi yang positif untuk menyambut Natal
  11. Pawai Natal (Waspada, pawai itu sangat rawan dan sangat potensial untuk menyimpang ke kategori Anti-Natal di bawah ini! Dapat diadakan tapi perlu kewaspadaan ekstra agar tidak menyimpang.)

Tradisi Pemeriah Natal perlu dikelola agar tidak menyimpang dan bergeser jadi Tradisi Anti-Natal serta agar tidak menggantikan Tradisi Natal. Dalam hal Tradisi Pemeriah Natal, kita perlu bersikap moderat. Dunia juga berhak merayakan Natal (Yohanes 3: 16), selama hal itu tidak menyimpang.

C. Tradisi Anti-Natal

Tradisi anti-Natal meliputi kebiasaan apapun yang mengarah ke perusakan tradisi Natal (poin A). Media massa anti-Injil cenderung mengangkat Tradisi Anti-Natal sembari menyebarkan disinformasi seolah-olah Tradisi Anti-Natal itu Tradisi Natal. Kita sudah melihat kecenderungan ini di sejumlah media massa di Indonesia.

Contoh

  1. Pesta sex
  2. Minum-minuman keras
  3. Mabuk
  4. Prostitusi selama musim Natal
  5. Judi, misal, judi kartu, judi dadu, dsb
  6. Pakaian yang dihubung-hubungkan dengan Natal namun tidak sesuai dengan nilai Alkitab, misal, mengeksploitasi tubuh.
  7. Pemerasan/ pemalakan
  8. Segala macam tindakan kriminal
  9. Memulai perang
  10. Imoralitas
  11. Disinformasi terhadap Tradisi Natal

Klasifikasi 3 jenis tradisi ini sangat penting, sehingga tradisi pagan paling banter hanya sampai pada tradisi pemeriah Natal dan tidak mencapai tradisi Natal itu sendiri.

Umat Al-Masih sebaiknya memelihara Tradisi Natal (kelompok A), boleh memelihara tradisi pemeriah Natal (kelompok B) selama tidak merusak tradisi Natal dalam kelompok A, dan bertahan melawan tradisi anti-Natal (kelompok C).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s