Apa Bahasa ibu Isa Al-Masih (Yesus Kristus)?

Soal

Apa bahasa ibu Yesus?

Jawab

Ibrani, Aram, Yunani, dan Latin.

Silakan simak pembahasannya di bawah ini.

A. Definisi bahasa ibu

Bahasa ibu Isa Al-Masih bukan berarti bahasanya Maria, ibunya Isa Al-Masih. Istilah “bahasa ibu” berpadanan dengan bahasa natif atau native language. Berikut definisi-definisi mengenai bahasa ibu.

A native language is generally the first one a child is exposed to. Some early studies referred to the process of learning one’s first or native language as First Language Acquisition or FLA, but because many, perhaps most, children in the world are exposed to more than one language almost from birth, a child may have more than one native language. As a consequence, specialists now prefer the term native language acquisition(NLA); it is more accurate and includes all sorts of childhood situations.”
(Field, Fredric. Bilingualism in the USA: The Case of the Chicano-Latino Community. Philadelphia: John Benjamins, 2011, p 27)

In this US study, the first or native language is defined as the language(s) to which the child was regularly exposed to as an infant. (Migge et. al. Creoles in Education:
An appraisal of current programs and project. Philadelphia: John Benjamins, 2010, p. 58)

“Native language” is defined as the language spoken in the student’s home during the first six years of his or her life and in which he or she received instruction through the seventh grade. (http://www.bothell.washington.edu/admissions/transfer/transfercredits/restrictions ; access 2 Juni 2015)

Native language is defined as the language you grew up speaking in your family, community, and nation. (https://gradschool.princeton.edu/admission/applying-princeton/english-language-tests ; access 2 Juni 2015)

Jadi, bahasa ibu adalah bahasa atau bahasa-bahasa yang digunakan oleh anak untuk berbicara sampai usia 6 tahun dalam lingkup rumah, lingkup tetangga, dan lingkup nasional. Anak yang lahir, tumbuh, dan hidup sehari-hari dalam lingkungan multi-bahasa dapat bicara dengan banyak bahasa secara alamiah. Bahasa ibu atau bahasa natif anak semacam ini adalah sejumlah bahasa di mana dia lahir, tumbuh, dan hidup sehari-hari.

B. Bahasa Ibu Isa Al-Masih/ Yesus Kristus

Yesus alias Isa lahir, tumbuh dan besar di lingkungan Palestina yang kala itu menggunakan 4 bahasa dalam hidup keseharian, yaitu:

  1. Bahasa Ibrani Paleo: Bahasa Ibrani Paleo adalah bahasa Ibrani kuno yang jarang dipakai sejak abad 6-5 SM. Kebanyakan pemakaiannya dalam konteks keagamaan, sebab kitab-kitab keagamaan kebanyakan ditulis menggunakan bahasa Ibrani Paleo. Perannya digantikan oleh Bahasa Aram-Ibrani.
  2. Bahasa Aram-Ibrani: Bahasa Aram menjadi bahasa Israel saat Israel menjadi tawanan perang di Babilonia pada abad 6-5 SM. Saat kembali ke Palestina dari Babilonia pada abad 5 SM, bangsa Israel menggunakan bahasa Aram dialek Palestina dalam kehidupannya hingga saat ini. Bahasa Aram dialek Palestina ini disebut dengan nama bahasa Ibrani Aram, bahasa Aram Ibrani, atau bahasa Ibrani (tanpa imbuhan keterangan “Paleo”).
  3. Bahasa Yunani: Semenjak kampanye militer Alexander Agung (356-323 SM) dari Makedonia ke arah timur hingga India Barat Laut, bahasa Yunani menjadi bahasa internasional di dunia Helenis yang membentang dari Eropa Selatan, Afrika Utara, Asia Kecil, Timur-Tengah, hingga Asia Selatan bagian Barat Laut. Kampanye Alexander Agung menempatkan Palestina di dalam dunia Helenis. Saat Isa lahir, bahasa Yunani telah menjadi bahasa internasional yang digunakan di Palestina selama sekitar 4 abad.

    Saat Isa Al-Masih lahir, Betlehem telah menjadi bagian dari dunia Helenistik, Yunani, selama 3 abad. Bahasa Yunani menjadi bahasa internasional yang memungkinkan bangsa-bangsa dalam dunia helenistik itu ngobrol, seperti kita ngobrol dengan bahasa Indonesia antar beragam suku di Indonesia. Dunia helenistik membentang dari Eropa Selatan, Afrika Utara, Asia Kecil, Asia Barat, hingga bagian utara Asia Selatan. Langkah agresif Yunani terhadap oleh faktor geografis, yaitu: gunung. Sehingga tidak dapat mencapai India dan Cina. Inilah latar yang menyebabkan Isa Al-Masih dan umat Al-Masih generasi awal fasih berbahasa Yunani. Ya, sebab mereka tinggal dalam dunia helenistik.
    Saat Isa Al-Masih lahir, Betlehem telah menjadi bagian dari dunia Helenistik, Yunani, selama 3 abad. Bahasa Yunani menjadi bahasa internasional yang memungkinkan bangsa-bangsa dalam dunia helenistik itu ngobrol, seperti kita ngobrol dengan bahasa Indonesia antar beragam suku di Indonesia. Dunia helenistik membentang dari Eropa Selatan, Afrika Utara, Asia Kecil, Asia Barat, hingga bagian utara Asia Selatan. Langkah agresif Yunani terhadap oleh faktor geografis, yaitu: gunung. Sehingga tidak dapat mencapai India dan Cina.
    Inilah latar yang menyebabkan Isa Al-Masih dan umat Al-Masih generasi awal fasih berbahasa Yunani. Ya, sebab mereka tinggal dalam dunia helenistik.
  4. Bahasa Latin: Bahasa Latin menjadi bahasa yang digunakan di Palestina sejak tahun 63 Sebelum Masehi saat Kekaisaran Romawi menguasai Palestina. Pada masa Isa lahir di bumi ini, bahasa Latin telah menjadi bahasa yang dipakai di Palestina selama lebih dari 58 tahun.

Dari konteks latar ini, diketahui bahwa kanak-kanak Isa Al-Masih lahir, tumbuh, dan hidup sehari-hari dalam lingkungan yang berbicara dalam 4 bahasa tersebut. Hal ini menyebabkan manusia Isa menjadi seorang poliglot alamiah (natural polyglot) dan bahasa ibu Isa Al-Masih adalah 4 bahasa itu, yaitu: Ibrani, Aram-Ibrani, Yunani, dan Latin.

Simpulan

Bahasa ibu atau bahasa natif Isa Al-Masih ada 4 bahasa, yaitu: Ibrani, Aram-Ibrani, Yunani, dan Latin.


Bibliografi

1http://www.bothell.washington.edu/admissions/transfer/transfercredits/restrictions ; access 2 Juni 2015

2https://gradschool.princeton.edu/admission/applying-princeton/english-language-tests ; access 2 Juni 2015

3Field, Fredric. Bilingualism in the USA: The Case of the Chicano-Latino Community. Philadelphia: John Benjamins, 2011, p. 27

4Migge et. al. Creoles in Education: An appraisal of current programs and project. Philadelphia: John Benjamins, 2010, p. 58

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s