Apakah Yahudi kuno mengenal pertunangan dan pernikahan?

Soal

Apakah Yahudi kuno mengenal pertunangan dan pernikahan?

Jawab

Ya.

Pertunangan (אירוסין ‘`êrû’sîn) adalah masa pengudusan atau penyucian, sehingga kedua mempelai telah disucikan saat memasuki pernikahan. Aktivitas seksual dilarang dalam periode ini.1 Poin kunci periode ini adalah pengudusan. Seks dalam periode pertunangan bertentangan dengan prinsip penyucian. Dalam periode pengudusan atau penyucian inilah Gabriel atau Jibril mengunjungi Maria dan, sekitar 3 bulan kemudian, Yusuf. Dengan demikian, Gabriel mengunjungi mereka berdua saat mereka suci..

Pernikahan (נישואין ‘nishû`în’) adalah masa setelah pertunangan. Pernikahan dimulai setelah pembacaan akad nikah dan pemberkatan pernikahan. Aktivitas seksual dipandang suci setelah  ritual tersebut.


Bibliografi

1 Talmud, Kidushin 12b http://www.halakhah.com/pdf/nashim/Kiddushin.pdf ;  akses 29 Juni 2015

Version

English | Bahasa Indonesia

Iklan

One thought on “Apakah Yahudi kuno mengenal pertunangan dan pernikahan?”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s