Arsip Kategori: Tradisi Pemeriah Natal

Sinterklas sejarah: Masa muda

St. Nikholas, alias Sinterklas, lahir pada sekitar tahun 277 Masehi di kota Patara, Asia Kecil (sekarang Turki). Dia adalah anak dari pengusaha agrobisnis yang mendistribusikan dagangannya hingga ke Palestina, Mesir, dan berbagai daerah dalam Kekaisaran Romawi. Nikholas lahir lama setelah mereka menikah.

Orangtua Nikholas memberi pendidikan baca dan tulis, serta hitung kepada anaknya. Kemampuannya membaca dan menulis diperlukan sebagai bishop. Keterpilihan dia sebagai Bishop menunjukkan dia punya kemampuan baca-tulis. Kemampuan berhitung adalah hal yang pasti dikuasainya, sebab bisnis keluarganya adalah berdagang yang memerlukan kemampuan hitung, bukan hanya kemampuan baca dan tulis.

Saat berusia belasan tahun, ayahnya mengajak Nikholas bersamanya ke Mesir dan Palestina. Perjalanan ini nampaknya berkaitan dengan bisnis multinasional milik keluarga kaya raya tersebut.

Ayahnya meninggal dunia pada saat Nikholas berusia 19 tahun. Sepeninggal ayahnya, seluruh warisan ayahnya jatuh kepadanya dan Nikholas meneruskan bisnis perusahaan dagang keluarganya.

Tidak diketahui pasti tahun Nicholas memutuskan untuk mengikuti Yesus Kristus alias Isa Al-Masih. Tiba-tiba saja cerita mengenainya melompat ke peristiwa pemenjaraan Nikholas karena mengikuti ajaran Isa pada masa Kaisar Diokletian. Pada masa ini, mengikuti Injil dan Isa Al-Masih adalah tindak kejahatan berat dengan ancaman hukuman maksimal adalah hukuman mati. Nikholas lolos dari hukuman mati dan dilepaskan dari penjara saat Konstantin menjadi kaisar. Dia pun pulang tanpa melepaskan imannya.

Berbeda dengan orang-orang kaya pada jamannya yang menggunakan harta untuk pesta-pora, Nikholas menggunakan harta kekayaannya yang berlimpah ruah untuk menolong orang miskin, lemah, dan sengsara, sesuai ajaran Injil. Walau pun dia melakukan itu secara diam-diam, namun lambat laun ketahuan juga oleh orang-orang yang pernah ditolongnya.

Pada tahun 310, kota Myra menyelenggarakan pemilihan Bishop, karena bishop sebelumnya telah meninggal dunia. Para tua-tua jemaat di kota itu telah menetapkan kriteria bahwa orang yang akan jadi Bishop berikutnya haruslah orang yang mengunjungi gereja pagi-pagi benar. Atas campur tangan Tuhan (diyakini demikian), keeseokan harinya, tanpa mengetahui keputusan para tua-tua jemaat, Nikholas datang pagi-pagi untuk berdoa di gereja. Maka, para tua-tua jemaat di kota itu dan seluruh umat Al-Masih di Kota Myra sepakat memilih Nikholas sebagai Bishop Kota Myra.

Pemuda Nikholas menerima tugas yang dipercayakan kepadanya. Nikholas dikenal sebagai bishop termuda, yaitu 33 tahun, selama berabad-abad, sebelum rekornya dikalahkan oleh Raymond Augustine Kearney yang jadi bishop pada tahun 1932 pada umur 32 tahun. Umumnya orang menduduki jabatan ini pada usia 40-an tahun.  Selain itu, Nikholas juga termasuk bishop langka sebab ia berasal dari kalangan non-agamawan. Umumnya bishop berasal dari kalangan agamawan.


 

Bibliografi

1 http://histclo.com/act/holiday/xmas/xmas-stnic.html ; akses 6 September 2015

2 http://www.stnicholascenter.org/ ; akses 6 September 2015

 

Iklan

Apa yang harus dikatakan pada anak mengenai Sinterklas?

Soal

Apa yang harus dikatakan pada anak mengenai Sinterklas?

Jawab

Ajarkan kepada mereka mengenai sejarah Sinterklas versi historis, yaitu St. Nikolas. Pula, ceritakan juga karya sastra mengenai Sinterklas sastra. Dengan ini, mereka belajar sejarah sekaligus belajar sastra beserta hubungan antara sejarah dan sastra. Ajar mereka cara membedakan sejarah dan keindahan sastra.

Ketika Profesor Sastra yang bernama Clement Clarke Moore memfiksikan Sinterklas sejarah dan membacakan karyanya di depan anaknya pada tahun 1823, dia sedang mengajar anaknya mengenai sastra sebagai sebuah karya seni.


Version

English | Bahasa Indonesia

 

Apakah Sinterklas itu figur religius? Tidak dan Ya

Soal

Apakah Sinterklas itu figur religius?

Jawab

Tidak. Sinterklas versi bisnis bukan figur religius. Coca-cola dan Haddon Sundblom mengkarikaturkan tokoh sejarah St. Nikolas untuk kepentingan iklan bisnis dan penjualan produk Coca-Cola pada bulan Desember. Tidak kepentingan agama dalam Sinterklas versi bisnis ini.

santa-coke2-lg
Sinterklas versi bisnis karya Haddon Sundblom dan Coca-Cola untuk kepentingan iklan dan penjualan produk Coca-Cola pada bulan Desember.

 


Ya. Sinterklas sejarah adalah St. Nikolas, bishop Myra, Turki, pemimpin umat Al-Masih pada abad 4 Masehi.

Ikon St. Nikolas versi sejarah
Ikon St. Nikolas versi sejarah

Jawaban terhadap pertanyaan tersebut akhirnya tergantung pada Sinterklas mana yang dimaksud. Silakan simak “Kronologi Sinterklas: Dari sejarah ke seni, ke bisnis


Version

English | Bahasa Indonesia

 

Apakah Sinterklas percaya dan ikut Yesus/ Isa? Ya

Soal

Apakah Sinterklas percaya dan ikut Yesus?

Jawab

Ya. Sinterklas berasal dari St. Nikolas, bishop kota Myra, Turki, pada abad 4 M. Dia adalah pelayan Raja Isa Al-Masih. Lihat “Kronologi Sinterklas: Dari sejarah ke seni, ke bisnis“.


Version

English | Bahasa Indonesia

 

Fitnah: Drama Natal ditambahkan ke pemujaan pohon Cemara

Fitnah

Di Jerman, tumbuhan hijau dipercaya melambangkan keabadian hidup. Maka Cemara, yang juga tumbuh di Musim dingin, dipuja sebagai lambang keabadian. Gereja skandinavia kemudian mengubah perayaan ini menjadi tradisi gereja dengan menambah adegan drama natal.

Sebenarnya….

Bukti sehubungan dengan Drama Mystery(i), yang didalamnya mencakup Drama Firdaus, menyajikan 2 realitas yang berbeda di hadapan kita:

  1. Drama Keajaiban yang dipentaskan oleh guild profesional.
  2. Drama Keajaiban yang dipentaskan oleh para petani desa.

1. Pentas oleh guild drama profesional

Bukti menunjukkan, Mystery Play (Drama Mystery)(i), termasuk di dalamnya Drama Firdaus, yang dipentaskan oleh guild drama profesional di kota-kota besar Eropa pada jaman abad pertengahan tidak menggunakan Pohon Cemara sebagai properti panggung atau malah sepenuhnya tidak menggunakan properti pohon. Perhatikan lukisan pementasan Drama Mystery di kota Flanders, Belgia, pada abad pertengahan berikut ini.

Lukisan mengenai situasi pentas Drama Keajaiban di Flanders, Belgia, abad 15 Masehi.
Lukisan mengenai situasi pentas Drama Mystery di Flanders, Belgia, abad 15 Masehi. Seluruh bagian Drama Mystery, termasuk bagian Drama Firdaus, memakan waktu 20 jam bila dipentaskan non-stop. Bisa pula dipentaskan secara bersambung yaitu per bagian drama per hari. Pentas oleh guild drama profesional tidak menampilkan properti pohon Firdaus.

 

2. Pentas oleh para petani pedesaan

Bukti pohon Natal sebagai properti panggung ditemukan pada pentas oleh para petani desa. Sebelum terkenal, mereka hanya mementaskannya di desa mereka sendiri.

Bukti drama abad pertengahan yang masih lestari hingga didokumentasikan pada abad 19 dan 20 M adalah Drama Firdaus dari desa Oberufer di Hungaria dan Drama Firdaus dari desa Český Krumlov di Republik Cheko. Dalam drama tradisional ini, tradisi menggunakan pohon Junifer (sejenis Cemara) sebagai properti panggung Drama Firdaus telah dipelihara sejak abad pertengahan, pertama kali Drama Firdaus dipentaskan di desa-desa tersebut.

Adegan dalam drama Firdaus.
Adegan dalam Drama Firdaus Oberufer direproduksi pada abad 21 Masehi.

Berkaitan dengan latar belakang pemain drama

Bukti-bukti ini menandakan penggunaan pohon sebagai properti panggung berkaitan dengan para pelaku pementasan.

Pelaku pentas guild profesional, semacam rombongan drama keliling, tidak menggunakan pohon jenis Cemara sebagai properti pentas.

Sementara itu, pelaku drama petani pedesaan menggunakan pohon sungguhan untuk menggambarkan Pohon Pengetahuan. Mereka tinggal mencabut pohon muda dari alam, menebang pohon yang sudah agak besar dari alam, atau, bila pentas di alam terbuka, mereka tinggal memanfaatkan pohon di sekitar mereka pentas.

Drama Firdaus (Paradise Play) masih bertahan di Český Krumlov, Czechoslovakia, dari tahun 1290, pertama kali drama ini masuk ke daerah ini,  hingga tahun 1912. Di bawah pemerintahan komunis, drama ini dihentikan tahun 1948, namun hidup lagi tahun 1989 setelah komunisme runtuh.1 Berkat dokumentasi terhadap drama ini sebelum pelarangan, maka diketahui bahwa pohon Natal ternyata bersumber dari properti drama ini.
Pentas di alam oleh para petani desa memanfaatkan tumbuhan di sekitarnya sebagai properti panggung Drama Firdaus. Drama Firdaus ini didokumentasikan di desa Český Krumlov pada abad 19 Masehi akhir.

Perbedaan properti antarpelaku drama nampak berkaitan dengan kefamiliaran para pelaku dengan tumbuhan dan penghayatan iman alkitabiah mereka dalam kaitannya dengan tanaman yang ada di sekitar hidup keseharian mereka.

Penghayatan iman dalam Drama Mystery versi petani desa nampaknya lebih disukai, bila kita menimbang properti pohon Juniver atau sejenisnya yang berperan sebagai Pohon Pengetahuan (Pohon Khuldi) kemudian sangat populer dan masuk ke dalam istana raja.

Saat ini, Drama Mystery versi para petani desa Oberufer masih terpelihara dan telah dibukukan. Drama Mystery versi guild juga masih dilestarikan dan dipentaskan 4 tahun sekali, misal, di kota kuno York, Inggris.

Drama Firdaus dari abad pertengahan dipentaskan kembali pada abad 21 M. Pohon Firdaus pada drama ini tidak dibuat dari pohon jenis Cemara, namun fungsinya sama yaitu untuk menggantungkan buah Pengetahuan (versi Arabnya, buah Khuldi). Biasanya, buah apel berperan sebagai buah Pengetahuan.
Drama Firdaus dari abad pertengahan dipentaskan kembali pada abad 21 M di York, Inggris. Pohon Firdaus pada drama ini tidak dibuat dari pohon jenis Cemara, namun fungsinya sama yaitu untuk menggantungkan buah Pengetahuan (versi Arabnya, buah Khuldi). Biasanya, buah apel berperan sebagai buah Pengetahuan.

Simpulan

Bukti menunjukkan bahwa:

  1. Penggunaan pohon oleh para pelaku petani desa berkaitan dengan penghayatan iman mereka dalam hubungannya dengan tumbuhan yang ada di alam sekitar para petani itu.
  2. Sehubungan dengan penghayatan iman dan penghayatan lingkungan alam itu, para petani desa menggunakan pohon hijau untuk menggambarkan Pohon Pengetahuan atau, versi Arabnya, Pohon Khuldi, dalam drama yang mereka pentaskan.
  3. Penggunaan pohon sejenis Cemara dalam Drama Firdaus tidak berasal dari tradisi pagan.

Bibliography

1http://www.flickr.com/photos/britishlibrary/11182071353/; access May 25, 2015

2http://nosmut.com/Mystery_play.html; access May 25, 2015

3http://www.express.co.uk/entertainment/theatre/489663/York-Mystery-Plays-review; access May 26, 2015

Catatan

(i)Kata “mystery” pada jaman dulu berarti ministry (pelayanan) pada jaman sekarang dan tidak berarti misteri. Ada pergeseran makna pada kata “mystery” dalam 5 abad, sehingga sekarang kata ini berarti misteri/ gaib/ teka-teki.

 

Apakah permen candy cane itu tradisi kafir?

Soal

Apakah perman tongkat (candy cane) itu berasal dari tradisi kafir?

Tidak

Tidak.

Candy cane
Candy cane

Pada tahun 1670, seorang pemimpin paduan suara di Katedral Cologne di Jerman memesan permen berbentuk tongkat gembala dari perajin permen. Dia terinspirasi dari tongkat gembala dalam Alkitab. Lalu dia memberikan permen tersebut kepada anak-anak sebagai hadiah Natal agar anak-anak tenang mengikuti kebaktian Natal yang lama.

Pada abad 17 Masehi, permen itu mahal, karena bahan bakunya mahal (dalam kontek Jerman masa itu) dan proses pembuatannya manual. Permen pada masa ini adalah kerajinan tangan yang dibuat oleh seniman perajin permen. Karena harganya yang mahal, permen itu barang konsumsi keluarga kaya. Permen dulu adalah hadiah yang berharga untuk anak-anak, khususnya yang berasal dari keluarga miskin.

Candy cane
Candy cane

Kebiasaan untuk membagikan permen tongkat pada acara-cara semacam itu lantas tersebar ke seluruh Eropa. Permen candy cane pertama berwarna putih. Setrip merah, merah-hijau, atau hijau baru ditambahkan pada abad 20 Masehi untuk mengasosiasikannya dengan Natal.

Permen candy cane tidak ada hubungannya dengan ritual kafir apa pun.


Version

English | Bahasa Indonesia

Apa itu drama Firdaus?

Soal

Apa itu drama Firdaus?

Jawab

Drama Firdaus adalah drama abad pertengahan yang mengisahkan Kejadian 3 — kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa karena melanggar larangan Allah  dengan memakan buah Pengetahuan dan janji Tuhan untuk mendatangkan Sang Penebus Dosa yang akan dilahirkan melalui seorang wanita.

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kejadian 3:15).

Drama Firdaus dipentaskan dalam masa adven yang berlangsung sekitar 3-4 minggu menjelang Natal.

Drama Firdaus (Paradise Play) masih bertahan di Český Krumlov, Czechoslovakia, dari tahun 1290, pertama kali drama ini masuk ke daerah ini,  hingga tahun 1912. Di bawah pemerintahan komunis, drama ini dihentikan tahun 1948, namun hidup lagi tahun 1989 setelah komunisme runtuh.1 Berkat dokumentasi terhadap drama ini sebelum pelarangan, maka diketahui bahwa pohon Natal ternyata bersumber dari properti drama ini.
Drama Firdaus (Paradise Play) masih bertahan di Český Krumlov dan Oberufer dari sejak abad pertengahan.

Drama ini mendahului drama Natal yang mengisahkan kelahiran Yesus Kristus alias Isa Al-Masih sebagai pemenuhan atas janji Tuhan dalam Kejadian 3: 15.

Drama abad pertengahan ini sangat populer sampai-sampai penonton meniru pohon Firdaus dalam drama itu dan memelihara pawai Natalnya selama ratusan tahun kemudian.


Version

English | Bahasa Indonesia

 

Apakah Tuhan punya Pohon Natal?

Soal

Apakah Tuhan punya pohon Natal?

Jawab

Ya. Dia bukan hanya punya pohon Natal, tapi juga punya segala macam pohon, rumah, tanah, bumi, udara, langit, air, segala hasil produksi manusia…. dst.

Segala sesuatu adalah milik Tuhan.


Version

English | Bahasa Indonesia

 

Apa kata Alkitab tentang pohon Natal?

Soal

Apa kata Alkitab tentang Pohon Natal?

Jawab

Alkitab tidak mengatakan apa-apa tentang pohon Natal.

Namun, Alkitab menyebut tentang pohon Pengetahuan. Pohon Pengetahuan ini di kemudian hari diperankan oleh Pohon Firdaus alias Pohon Natal dalam drama populer abad pertengahan yang disebut Drama Firdaus.

Lalu TUHAN ALLAH menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. (Genesis 2: 9)

Pohon Pengetahuan adalah asal mula dari Pohon Natal.


Version

English | Bahasa Indonesia

Kenapa orang mendekorasi Natal dengan dedaunan hijau?

Soal

Kenapa orang mendekorasi Natal dengan dedaunan hijau?

Jawab

Karena daun hijau segar yang dipotong dari pohon menyimbolkan penyambutan kepada Raja Isa Al-Masih (Yesus Kristus).

Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting berdaun hijau yang mereka ambil dari ladang. (Markus 11: 8)

Dalam konteks Natal,  dedaunan hijau segar menandakan penyambutan atas kelahiran Raja Isa Al-Masih.

Natal di Bali dihias dengan janur kuning. "Daun hijau segar" dalam konteks budaya Bali diterjemahkan menjadi janur kuning segar, calon daun hijau segar.
Natal di Bali dihias dengan janur kuning. “Daun hijau segar” dalam konteks budaya Bali diterjemahkan menjadi janur kuning segar, calon daun hijau segar.
Christmas 2014 in Depok, Indonesia, was decorated with fresh green young yellow and green coconut leaves.
Natal 2014 di Depok, Indonesia, dihias dengan janur hijau dan kuning.

Version

English | Bahasa Indonesia